Selasa, 04/10/2022 | 06:37 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pemerintahan

Permudah Tangani Kebakaran, Damkarla Gresik Bentuk Forum PMK 

Gresiksatu.com
Kepala Damkarla Gresik Agustin Halomoan Sinaga bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membentuk forum PMK dari 23 Perusahaan di Gresik (Foto :Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Tingkat resiko kebakaran di Kabupaten Gresik terbilang tinggi. Utamanya di wilayah industri dan perusahaan. Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik pun langsung membentuk Forum PMK. Agar penanganan kebakaran lebih cepat dan efisien. 

Pada forum ini ada 23 perusahaan di Gresik resmi dibentuk. Perusahaan yang tergabung forum ini yang memiliki mobil pemadam kebakaran. Nantinya perusahaan yang memiliki mobil kebakaran ini bisa saling membantu ketika terjadi kebakaran.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka langsung kegiatan pembentukan Forum PMK ini, pada Selasa (20/9/2022) tadi. Bupati milenial ini menyebut, Gresik memiliki potensi yang luar biasa dari segi iklim investasi. Tapi seiring perkembangan itu, resiko keadaan darurat seperti kebakaran juga tinggi.

“Forum ini sangat penting dengan seiringnya kemajuan investasi di Gresik. Dari sini, setiap perusahaan bisa saling kolaborasi ketika ada kejadian penanganan kebakaran,” ucapnya.

Diketahui, Damkarla Gresik hanya memiliki enam unit mobil pemadam kebakaran. Jumlah itu tersebar di tiga posko wilayah. Masing-masing empat mobil pemadam dan empat mobil suplai di posko kota, satu mobil pemadam dan satu mobil suplai di wilayah Dukun dan Driyorejo.

“Selama ini ketika ada kebakaran di wilayah di luar perkotaan, memang cukup sulit karena armada terbatas,” ucap Kepala Damkarla Gresik Agustis Halomoan Sinaga.

Untuk itu, dengan adanya Forum PMK ini, perusahaan bisa terlibat ketika terjadi kebakaran yang membutuhkan armada lebih. Begitu pula jika terjadi kebakaran di lingkungan perusahaan, perusahaan lain bisa ikut membantu.

Sinaga menyebut, selama Januari hingga 19 September kemarin tercatat ada 148 kebakaran. Jumlah itu mayoritas terjadi pada pemukiman dan industri.

“Memang pemukiman dan industri menjadi salah satu yang resiko tinggi. Apalagi Gresik padat penduduk dan banyak industri,” tambahnya saat di acara Forum PMK. (faiz/aam)