Selasa, 04/10/2022 | 08:06 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Olahraga

Permudah Wasit Dalam Penilaian Atlet, Kejurprov Taekwondo Terapkan Aplikasi TIIS

Gresiksatu.com
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri acara Kejurprov Taekwondo di WEP. (Foto : Aam Alamsyah/Gresiksatu.com)

GresikSatu | Kejuaraan Provinsi Taekwondo antar pelajar se Jawa Timur di Gresik dipermudah dengan kehadiaran aplikasi TIIS (taekwondo Indonesia intergrated system). Aplikasi ini, diperuntukkan untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya mempermudah wasit melakukan penilaian terhadap atlet.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur Moch Yusron mengatakan, porgam TIIS mempermuda tim, panitia dan pengurus Jatim. Program TIIS diluncurkan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

“Aplikasi ini juga berfungsi sebagai database keanggotaan taekwondo. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui sejauh mana populasi serta perkembangan taekwondo di Indonesia,” katanya, Minggu (18/9/2022).

Selain itu, TIIS juga merupakan sarana untuk mempermudah registrasi dan penilaian dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik untuk kegiatan diklat kepelatihan untuk pelatih maupun wasit dan sebagai sarana untuk mempermudah registrasi dan penilaian Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) geup dan UKT DAN.

“TIIS juga berfungsi sebagai sistem layanan administrasi manajemen dan tata kelola kepengurusan organisasi taekwondo, dari tingkat dojang, Pengkot/ Pengkab, Pengprov sampai dengan Pengurus Besar,” bebernya.

Ketua Pelaksana Kejurprov Taekwondo Antar Pelajar Jawa Timur dr Asluchul Alif menyampaikan, rasa terima kasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya Kejurprov Taekwondo Antar Pelajar Jawa Timur. Ajang ini mampu menyedot animo ribuan atlet.

“Tercatat ada sekitar 2.800 peserta yang mendaftar. Kejuaraan ini mempertandingkan dari tingkat SD hingga mahasiswa. Para peserta berasal dari 33 kabupaten/kota yang berpartisipasi dalam kejuaraan ini,” tuturnya.

“Khusus dari Gresik sendiri ada 241 peserta. Ini sangat luar biasa. Selamat bertanding, tampilkan yang terbaik dan menjadi juara,” tutupnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut, Indonesia akan memasuki bonus demografi. Bupati milenial ini menilai masyarakat Indonesia memiliki anak-anak muda yang potensial.

“Kami melihat ini sangat luar biasa, bonus demografi yang disampaikan presiden terlihat jelas. Salah satunya dari turnamen antar pelajar ini,” ucap Bupati Gresik.

Di tempat yang sama, Ketua KONI Gresik dr Anis Ambiyo Putri mengatakan, kejuaraan tersebut merupakan ajang silaturahmi antar kabupaten di Jawa Timur. “Ayo jaga sportivitas, selamat bertanding,” katanya. 

Melalui Kejurprov Taekwondo antar pelajar ujar dia, diharapkan dapat muncul bibit-bibit atlet baru khususnya dari Gresik dan Jawa Timur pada umumnya. (aam)