Kamis, 30/06/2022 | 02:32 WIB
Gresik Satu
Politik

Pernikahan Pria dengan Domba di Gresik Menciderai Sebutan Gresik Kota Santri 

Teks foto : Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir saat gelar jumpa pers bersama awak media (Faiz /gresiksatu.com)

GresikSatu | Beredar video tentang pernikahan pria dengan Domba sangat menciderai Kabupaten Gresik. Pasalnya Gresik dikenal luas sebutan Kota Santri yang sangat kental dengan dunia keagamaan dan keislamannya. 

Hal tersebut disampaikan  Ketua DPRD Gresik Muchammad Abdul Qodir. Pihaknya menyatakan, cukup menyayangkan terjadinya agenda pernikahan pria dengan domba betina, di mana kemudian videonya menyebar dan sempat viral di kalangan warganet. Terlebih, Kabupaten Gresik sudah dikenal dengan sebutan Kota Santri.

“Kami yang ada di DPRD sangat menyayangkan. Karena dengan alasan apapun, buat konten atau apapun mestinya itu kan ada batasan-batasan, sehingga tidak ada yang merasa tersinggung. Sebab ini (pernikahan) tradisi yang sangat sakral,” ucap Abdul Qodir, Senin (6/6/2022). 

Diakui politisi Asal Wringinanom itu, pihaknya sudah melihat tayangan video tersebut, di mana terdapat sosok Nurhudi selaku anggota DPRD Gresik dari Fraksi Nasdem. Kendati demikian, Abdul Qodir belum dapat memberikan komentar mengenai sanksi yang akan diberikan. Namun pihaknya  menyerahkan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Gresik.

Baca Juga : Viral, Pria di Gresik Nikah dengan Kambing Betina Karena Dapat Wangsit   

“Kami prihatin, kami menolaknya. Namun atas anggota DPRD yang ada di situ, maka akan kami dalami lebih lanjut. Kami ada Badan Kehormatan, kami akan menggali lebih lanjut terkait bila sudah menodai nilai-nilai kultur dan agama. Insya Allah nanti anggota BK yang telah bekerja, akan kami mintai keterangan dan akan memberikan klarifikasi,” papar  Abdul Qodir.

Bahkan Qodir  mengutuk keras bila sampai terjadi pernikahan antara manusia dengan domba, yang notabene merupakan hewan. Ia mencontohkan, LGBT saja mendapat penolakan keras dari masyarakat di Gresik bahkan nasional, apalagi dengan hewan.

“Ini sangat keterlaluan. Apabila LGBT saja ditolak keras, apalagi ini dengan hewan. Dengan alasan apapun, ini sangat tidak mendidik. Kami akan terus mendalami, melakukan penggalian lebih lanjut mengenai keterlibatan anggota tersebut,” jelas Abdul Qodir. (faiz)

Full Day School