Jumat, 12/08/2022 | 23:16 WIB
Gresik Satu
Ekonomi

Pertama di Indonesia, Gresik Miliki Rumah Vokasi, Bupati: Semoga Menurunkan Pengangguran!

rumah vokasi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan IHK Jerman Andreas Gosche diacara peresmian Rumah Vokasi Gresik, Jumat (24/6/2022)./ (Foto: TBK/gresiksatu.com)

GresikSatu I Data yang tercatat dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, angka pengangguran Gresik masih cukup tinggi yakni sekitar 56.187 orang atau sekitar 8 persen dari jumlah penduduk. Untuk itu, Penurunan angka pengangguran menjadi salah satu perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

Atas kesadaran akan hal ini menjadi dasar Pemkab Gresik bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendirikan Rumah Vokasi yang diresmikan hari ini, Jum’at (24/6/2022) di Jalan Panglima Sudirman No. 108.

Rumah Vokasi ini merupakan yang pertama di Indonesia. Lewat Rumah Vokasi ini, diharapkan bisa mencetak generasi-generasi muda lulusan SMK maupun perguruan tinggi yang siap bekerja dan mempunyai kompetensi, serta menciptakan entrepeneur baru khususnya di wilayah Kabupaten Gresik.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menceritakan perihal Presiden Joko Widodo yang menyampaikan secara khusus mengenai pentingnya pendidikan vokasi. Lebih lanjut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik yang merupakan kota industri ditambah dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tentunya membuat vokasi-vokasi tertentu pastinya dibutuhkan, hal inilah yang perlu terus dilatih secara spesifik sehingga masyarakat di wilayah Gresik tidak hanya jadi penonton.

“Saya tidak melihat besarnya ruangan, tetapi substansi pertemuan kita hari ini, juga substansi dari rumah vokasi adalah kebutuhan kita di sebuah provinsi yang industri manufakturnya lebih dari 30%. Kalau kita mendapatkan vokasi dari berbagai expertise dari Jerman, maka lompatan vokasi dari seluruh tenaga kerja kita Insha Allah akan menjadi luar biasa,” ujar Khofifah.

Khofifah juga memberikan apresiasinya kepada Kadin Jatim yang secara cepat mengambil peran dalam pelatihan dan pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi ini menjadi menjadi hal penting ditengah dinamika industrialisasi dan industri manufaktur yang terus bergerak dengan berbagai dinamika adaptasi teknologi informasi tertentu.

“Gresik merupakan salah ring satu untuk area industri. Oleh karenanya, penyiapan masyarakat Gresik untuk memiliki vokasi tertentu menjadi sangat penting untuk pemenuhan kebutuhan industri yang ada di Gresik,” jelasnya.

Sementara ditempat yanga sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Rumah Vokasi Gresik merupakan upaya bersama-sama dari Pemerintah Kabupaten Gresik dengan semua rekan strategis yang ada yaitu Kadin, Apindo, dan Hipmi dengan tujuan untuk menghadapi tantangan industrialisasi kedepan, yang tujuan akhirnya adalah serta penurunan angka pengangguran di Kabupaten Gresik.

“Ini merupakan aset pemerintah Kabupaten Gresik, kita bersihkan bersama-sama, kita jadikan Rumah vokasi. Lewat Rumah Vokasi ini, kami ingin memberikan mental yang kuat lewat pemberian skill dan keahlian kepada lulusan SMK, sehingga bisa lebih tangguh dalam bertahan di dunia industri masa kini. Semoga ini bisa menurunkan angka penganguran,” ujar Gus Yani sapaan akrab Bupati.