Jumat, 12/08/2022 | 23:08 WIB
Gresik Satu
Ekonomi Industri

Petrokimia Gresik Kenalkan Pemupukan Pupuk Padat Lewat Drone 

Gresiksatu.com
Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, Founder & Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kertajaya saat memasukkan pupuk padat pada alat drone. (Foto: Faiz/Gresiksatu.com)

GresikSatu | Seiring perkembangan teknologi, efisiensi peningkatan sektor lahan pertanian terus dikembangkan. Salah satunya kecanggihan teknologi untuk pemupukan. Para petani sudah mulai bisa melakukan pemupukan dengan alat drone. Dengan kecanggihan alat ini nantinya bisa memudahkan para petani untuk melakukan pemupukan. 

Kalau biasanya pemupukan dorne untuk pupuk cair. Kali ini, drone yang dibuat pemupukan itu untuk pupuk padat. Drone pupuk padat ini langsung didatangkan dari negara Thailand. Dari hasil dari kerjasama antara PT Petrokimia, dan MarkPlus Inc. Pemupukan dengan alat dari negara Thailand itu secara simbolis dilakukan di Kebun Percobaan Mustika Rasa PT Petrokimia Gresik. Mulai tumbuhan padi, sayur di kebun sekitar mulai diberikan pemupukan pupuk padat Npk Phonska Plus Petrokimia Gresik dari drone itu. 

“Dengan pemupukan alat drone ini, sektor pertanian ini menjadi lahan yang sangat produktif. Bahkan menjadi efisiensi penghematan dari pemupukan manual. Karena drone ini mampu melakukan pemupukan 40 – 60 hektar,” ucap Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, Kamis (14/7/2022). 

Menurutnya, launching drone ini merupakan salah satu kegiatan rangkaian HUT ke – 50 PT Petrokimia Gresik “Beyond Infinity”. Bersama jajaran Direksi PT Petrokimia Gresik, dan para petani sekitar, Dwi berujar sektor pertanian membutuhkan inovasi digital agar bisa bertahan dan mencukupi kebutuhan pokok di Indonesia. Bahkan bisa membawa nilai taraf kesejahteraan lebih bagi petani. 

“Kalau tidak melakukan apa-apa, maka suatu saat akan krisis pangan. Mengingat sekitar tiga tahun Indonesia tidak impor beras,” ujarnya.

Dengan inovasi drone pemupukan pupuk padat ini juga menjadi pertumbuhan anak muda senang bertani. Terbukti sebelum Covid-19 angkatan muda yang terjun ke sektor pertanian 18% sekarang meningkat 20%. “Tentu anak muda senang dengan digitalisasi. Termasuk di sektor pertanian digitalisasi diterapkan,” jelasnya. 

Diakuinya cost paling mahal di sektor pertanian yakni, sewa lahan, dan tenaga kerja. Nantinya, dengan alat ini bisa sedikit memudahkan para petani di Kabupaten Gresik. 

Founder & Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya mengatakan, drone yang ia datangkan dari Thailand. Berawal dari dirinya melakukan traveling dan melihat potensi pertanian di negeri gajah putih itu. 

“Lalu saya adopsi ke Indonesia sebagai antisipasi bahaya krisis pangan. Ini bisa membantu produktivitas petani dan PT Petrokimia sudah menjadi percobaan Drone untuk pupuk padat ini,” ucapnya. 

Pihaknya juga mendatangkan dua operator asal Thailand yang siap melatih mengoperasikan drone, untuk pupuk padat. “Nantinya bisa dilanjutkan pemupukan drone pupuk padat di kebun milik beberapa perusahaan cabang PT Petrokimia lainnya. Termasuk kepada Gapoktan di Gresik,” tambahnya. 

Setelah launching drone pupuk padat. Acara dilanjut dengan Talk Show Petro AgriTalk. Bertajuk ” Digital Farming, Ancaman atau Peluang untuk Sektor Pertanian. 

Dengan pembicara Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, Founder & Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kertajaya, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D, dan SEVP Operation PT Perkebunan Nusantara X Dimas Eko Prasetyo S.T. (faiz/aam)