Minggu, 25/09/2022 | 19:20 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Hukrim

Polres Gresik Pamer Tangkapan Narkoba Selama Operasi Tumpas Semeru, Barang Bukti Capai 47,17 Gram Sabu

gresiksatu.com
Sebanyak 48 tersangka pengedar dan pemakai narkoba di pamerkan saat jumpa pers di halaman Polres Gresik. (Foto : Faiz?gresiksatu.com)

GresikSatu |Sebanyak 48 tersangka pengedar dan pemakai narkoba di pamerkan saat jumpa pers di halaman Polres Gresik, Selasa (6/9/2022). Puluhan pelaku itu diamankan dalam operasi Tumpas Semeru 2022. Kendati demikian, rata-rata pelaku yang diamankan terkait kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Azis dari hasil tangkapan selama operasi tumpas semeru, ada sebanyak 47,17 gram jenis sabu yang berhasil diamankan petugas. Penumpasan peredaran sabu ini sesuai inturksi Kapolri, bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius.

“Mereka harus menjalani penahanan di rutan Polres Gresik hingga proses hukum lebih lanjut,” katanya di hadapan awak media.

Dijelaskan, operasi tumpas narkoba yang dimulai sejak tanggal 22 Agustus hingga 2 September. Berhasil ungkap 37 kasus. 12 kasus dari Satreskoba Polres Gresik, 25 kasus dari Polsek Jajaran. Dari jumlah kasus tersebut polisi mengamankan 38 tersangka. 15 tersangka dari Satreskoba, 33 tersangka dari Polsek Jajaran.

“Total barang bukti sabu 47, 17 gram, dan pil koplo 1.363 butir,” ungkapnya.

Disamping itu, Aziz juga menuturkan wilayah peredaran di Kota Gresik didominasi di kawasan industri, khususnya di wilayah selatan. Antara lain, Kecamatan Menganti dan Driyorejo. Selain itu, peredaran narkoba juga mulai bergeser di wilayah utara. Tercatat 9 tersangka berhasil dibekuk oleh petugas. Masing-masing di wilayah Kecamatan Ujungpangkah, Panceng, dan Sidayu.

“Para pengedar kerap menyasar karyawan dan pelajar sebagai konsumennya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Tatak Sutrisno mengatakan, peredaran sabu-sabu yang masuk di Kota Gresik rata-rata didapatkan dari Pulau Madura. Para pelaku yang ditangkap oleh petugas, berperan menjadi bandar narkoba hingga kurir.

“Mereka bertugas sebagai pengedar dan kurir untuk menjalankan bisnis haram tersebut. Dengan modus pengiriman barang melalui jalur laut,” tuturnya. (faiz/aam)