Sabtu, 13/08/2022 | 04:30 WIB
Gresik Satu
Olahraga

PR Penting Pelatih Gresik United Jelang Ujicoba Kontra Deltras Sidoarjo

khusairi gresik united
Pelatih Gresik United Khusairi usai laga kontra Persela, Sabtu (23/7/2022) di stadion Surajaya Lamongan. (Foto: TBK/GresikSatu.com)

GresikSatu I Terlihat rapuh di lini belakang ditambah minimnya komunikasi antar pemain, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pelatih Gresik United Khusairi sebelum laga ujicoba kontra Deltras Sidoarjo, Sabtu (30/7/2022) di stadion Delta Sidoarjo.

Pelatih asal Gresik ini berjanji akan segera melakukan evaluasi apa yang menjadi kelemahan tim setelah menuai hasil buruk kontra Persela Lamongan, Sabtu (23/7/2022) pada laga ujicoba ketiga lalu.

Sebelumnya, usai pertandingan Khusairi mengakui sedikit kecewa dengan pertahanan timnya yang belum bisa menerapkan taktik yang sudah di berikan ketika latihan, sehingga hasilnya tidak sesuai ekspektasi.

“Ya, tentu kecewa, taktik difend yang saya bangun selama ini tidak seperti itu. Anak anak bertanding hanya fokus sama bola, padahal yang cetak gol pemain di depan gawang bukan yang pemain saat krosing atau umpan. Situasi kita banyak pemain tapi tidak jaga lawan,” katanya.

Saat ditanya tidak melakukan rotasi di komposisi pemain belakang yang terlihat belum kokoh selama menjalani ujicoba, Khusairi menilai ada beberapa pertimbangan tidak melakukan rotasi. Selain itu juga ia menilai belum ada pengganti yang pas.

“Saya pernah bilang ke manajemen bahwa sampai detik ini belum nyaman dengan situasi ini. Masih butuh pemain belakang yang bagus. Terbukti apa yang saya sampaikan di latihan tidak di terjemahkan dengan baik di lapangan saat bertanding. Tapi tetap ini akan menjadi koreksi saya untuk bisa memperbaiki,” jelasnya.

Kemudian lanjut pelatih yang sempat menjabat asisten pelatih Sriwijaya FC ini menerangkan jelang ujicoba berikutnya kontra Deltras Sidoarjo yang rencananya di gelar pada 30 Juli mendatang itu, segera melakukan kebaikan di semua sektor termasuk pertahanan pada saat sesi latihan rutin.

Tidak hanya itu, pekerjaan rumah yang tidak kalah penting harus segera diselesaikan yakni membangun mental bertanding pemain dan melakukan evaluasi pada kebuntuhan komunikasi antar pemain saat bertanding.

“Ini tentu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mulai dari pertahanan, keseimbangan atau transisi dalam menyerang dan bertahan, terutama pada mental bertanding pemain dan komunikasi. Mudah-mudahan bisa segera teratasi,” jelasnya. (Tov)