Jumat, 27/05/2022 | 22:09 WIB
Gresik Satu

Progres Pelebaran Jalan Manyar, DPUTR Pemkab Gresik Masih Validasi Data

Kondisi jalan Manyar yang padat kendaraan akan dilakukan pelebaran jalan untuk mengurai kemacetan / Foto : Faiz

GresikSatu | Progres pelebaran jalan Manyar masih terus berjalan. Kali ini perencanaan jalan nasional itu sudah dalam tahap validasi data sebelum proyek tersebut dikerjakan. Karena di sepanjang jalan raya manyar masih banyak warung – warung. Sehingga apabila jalan dilebarkan perlu melakukan sterilisasi lokasi. Pemkab Gresik dalam hal ini perlu memberikan uang santunan atau uang kerohiman.

Kepala Bidang Pertanahan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik Nur Alamsyah mengatakan, terkait studi pelebaran jalan sudah dilakukan oleh Bina Marga. Yakni dengan Studi Land Acquisition and Resetlement Action Plan (Larap) yang sudah selesai dilakukan.

Sementara untuk pembebasan lahan disana, Alamsyah menyebut masih dalam pendataan. Sebab, terdapat banyak bangunan di pinggiran jalan tersebut.

“Progresnya saat ini tim sedang validasi data kembali yang dibantu oleh pemerintah Desa setempat, dari Desa Manyarrejo, Manyar Sidomukti, dan Manyar Sido Rukun,” ucapnya, Sabtu (5/3/2022).

Setelah proses validasi data, pihaknya akan mensosialisasikan kepada pemilik bangunan dan warung di sekitar Manyar.

“Kami berharap agar validasi data tersebut segera terselesaikan. Sebab menyangkut progres lanjutan untuk pembiayaan ganti rugi sterilisasi tersebut,” ujar Alamsyah.

Perlu diketahui, rencana pelebaran itu akan dimulai dari exit tol Manyar hingga jembatan Manyar. Jaraknya sekitar 2 kilometer. Untuk lebarnya, jalan itu bakal memiliki empat ruas dengan trotoar di tengah jalan dan drainase di sisi kanan kiri. Sehingga perkiraan tambahan jalan itu memiliki lebar 22 meter. Sedangkan warung-warung tersebut berjarak sekitar 2 meter dari jalan raya.

Kepala Dinas PUTR Pemkab Gresik Achmad Hadi menyampaikan apabila pelaksana pelebaran jalan akan dilakukan kleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). Sejumlah tahapan sudah disepakati bersama, seperti triwulan 1 hingga trowulan 2 nanti akan dilakukan persiapan dan pengkondisian lahan.

“Karena yang dibutuhkan sekitar 22 meter, artinya perlu pembongkaran bangunan, ini sedang identifikasi dan sosialisasi disana,” ucapnya.

Hadi menyebut, pada triwulan tiga hingga empat nanti, akan dilaksanakan pekerjaan konstruksi dengan pelebaran aspal sebagai badan jalan.

“Triwulan tiga dan empat akan dilakukan pekerjaan kontruksi pelebaran aspal badan jalan, nanti sampai batas sungai disebelah utara itu,” imbuhnya.

Terpisah, anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menyampaikan apabila pemerintah pusat meminta pekerjaan itu dipercepat. Sehingga validasi data itu ditarget selesai triwulan I. Dalam APBD 2022, anggaran untuk pembebasan lahan juga sudah disiapkan, yakni sebesar Rp 10 miliar.

“Ini semua tahapan sudah selesai. Tinggal pembebasan lahan, dan diharapkan 2022 ini mulai berjalan, karena berkaitan dengan adanya KEK itu,” ujarnya.

Seperti diketahui pada saat jam pulang dan pergi bekerja serta pada akhir pekan, Jalan Raya Manyar tak luput dari kemacetan. Sejumlah solusi rekayasa lalu lintas pun belum mampu mengatasi persoalan itu. Rencananya, tahun 2022 ini jalan nasional tersebut akan dilakukan pelebaran jalan.** (Faiz/Tov)