Senin, 03/10/2022 | 16:01 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pemerintahan

Proyek Islamic Center Balongpanggang Baru Dianggarkan Kembali Tahun 2023 

Gresiksatu.com
Proyek Islamic Center yang mangkrak di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Gresik (Foto : Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Progres pembangunan Gedung Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Gresik terancam mangkrak. Sepanjang tahun 2022 ini gedung diatas lahan seluas 1,2 hektare itu tidak dianggarkan. Di lapangan, pembangunan sudah terlihat tiga bangunan menara. Tampak hanya satu gedung yang sudah dibangun dinding. Sedangkan dua gedung menara lainnya hanya berupa kerangka pondasi. 

Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, memang di tahun 2022 ini pembangunan gedung Islamic Center tidak dianggarkan. Dalam hal ini sudah tidak dalam wewenang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) tapi beralih menjadi wewenang Dinas Cipta Karya PKP.

Namun dalam Perencanaan Palfon Anggaran Sementara (PPAS) pos belanja daerah 2023. Gedung Islamic Center dianggarkan kembali senilai Rp 5 Miliar. Namun menurut politisi F-PKB ini anggaran tersebut sangat kecil untuk menyelesaikan pembangunan tiga menara yang belum selesai. 

“Kami minta Dinas Cipta Karya PKP segera melakukan perencanaan ulang dan pembahasan untuk pembangunan gedung Islamic Center itu. Karena anggaran Rp 5 M sangatlah kecil,” ucapnya, Jum’at (12/8/2022). 

Untuk pembangunan gedung tersebut lanjut dia, sebaiknya diselesaikan satu gedung menara. Setelah selesai dan bisa difungsikan baru dianggarkan kembali dan pengerjaan untuk dua gedung menara.

“Artinya selesaikan satu gedung terlebih dahulu. Kalau memang satu gedung itu menghabiskan anggaran Rp 5 M tidak masalah. Tapi kalau tiga gedung itu sangat tidak mungkin selesai,” jelasnya. 

Dinas Cipta Karya PKP Gresik segera melakukan perincian perhitungan untuk anggaran gedung tersebut. Karena saat ini statusnya masih mangkrak. “Sekalian anggarkan secara maksimal, dari pada anggaran kecil. Itu tetamasuk buang-buang anggaran,” tegasnya. 

Sekedar diketahui, pembangunan Islamic Center itu telah dimulai sejak 2019 lalu. Selama tiga tahun belakangan ini, APBD sudah mengucurkan sebesar Rp 40 miliar termasuk anggaran harga penawaran sementara (HPS) Rp 10, 5 M.

Islamic center itu sesuai rencana bakal memiliki tiga menara tower. Namun hingga saat ini belum ada satu pun tower yang selesai 100 persen. Rencananya, anggaran di 2021 kemarin untuk menyelesaikan itu, namun tidak sesuai harapan. Hanya satu tower yang dikebut agar selesai lebih dulu. Sementara dua tower lainnya, saat ini memang sudah berdiri namun hanya sebatas rangka dindingnya saja.

Dan pembangunan gedung Islamic Center yang terdiri atas tiga menara tower itu juga akan berdiri Masjid Akbar dan tempat untuk manasik haji. Selain itu, terdapat sentra kuliner untuk mewadahi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). (faiz/aam)