Sabtu, 20/08/2022 | 13:14 WIB
Gresik Satu
Pemerintahan

Proyek Listrik Tenaga Surya di Pulau Gili Bawean Diperkirakan Selesai Agustus

plts gili bawean
Seorang pekerja pembangunan PLTS di Gili Timur Pulau Bawean memantau pemasangan panel surya yang hampir rampung dikerjakan./ (Foto : Faiz /Gresiksatu.com)
 Advertisement

GresikSatu I Progres Pembangunan Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Gili Timur, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean sudah mencapai progres 80%. Rencananya akhir Agustus ini pembangunan selesai beserta pagar sekitar. Tinggal aliran distribusi listrik kepada masyarakat.

Pantauan di lapangan, pembangunan yang berdiri diatas lahan seluas 1.300 persegi itu sudah tampak dua bangunan meliputi Pos Security dan Gedung Control. Serta sudah terpasang PV Modul 144 panel.

Supervisior Pekerjaan Sipil dari Jakarta Edy Sarko mengatakan, pembangunan sudah mencapai 80%. Perkiraan awal bulan Agustus nanti sudah dipasang pagar. Sehingga di penghujung bulan Agustus pembangunan sudah rampung. Tinggal bagian teknisi listrik yang melakukan distribusi listrik ke rumah warga.

“Kami mulai pengerjaan sejak Bulan Maret 2022. Mulai pemasangan panel, dan pemasangan bateri. Nantinya setelah selesai pembangunan ada penarikan kabel dari panel surya ke gedung control lalu dari gedung control itu aliran listrik ke rumah-rumah warga,” ucapnya, Sabtu (30/7/2022).

Dijelaskan, kekuatan sinar surya 50 kilowatt peak (kWp). Setelah nanti dikonversi menjadi 200 kilowatt-hour (KWh).

Kepala Dusun Gili Timur Mas Wahid mengaku bersykur pembangunan PLTS sudah dibangun di kampungnya. Kendati demikian, banyak keluhan tentang pembayaran yang dibebankan kepada warga.

“Alhamdulillah banyak warga yang mengapresiasi, juga sebagai warga keberatan atas pembayaran Rp 2 juta 400 ribu setiap rumah,” ucapnya.

Menurutnya, pembayaran disepakati warga sejak tahun 2017 yang dijanjikan aliran listrik dari rekanan PLN Bawean Sulaiman. Total ada 220 rumah terdaftar dari 280 rumah yang berpenghuni. “Semua yang memfasilitasi kabel serta tiang Sulaiman tersebut. Sebagai persiapan dulu akan ada listrik. Warga hanya tinggal pasang meteran saja,” ujarnya

“Hingga saat ini sudah ada PLTS. Banyak sebagai warga minta keringanan beban biaya. Karena mayoritas warga disini hanya nelayan dan berjualan ke pasar,” tambahnya.

Dari pembayaran itu, warga sudah tinggal isi token pulsa listrik di rumah masing-masing. Karena pembayaran tersebut termasuk token meteran di rumah warga.

“Semoga nanti saat pemasangan distribusi listrik ke rumah warga, pihak PLN bisa memberikan keringanan tentang tarif pembayaran kepada warga,” harapnya. (faiz/Tov)