Kamis, 30/06/2022 | 02:53 WIB
Gresik Satu
Viral

Pulang dari Tilik Bayi, Perahu Warga Bawean Terbalik, Tiga Orang Pingsan

Teks foto : Para penumpang yang dievakuasi ke daratan rumah warga Gili Timur usai mengalami kemasukan air laut akibat perahu terbalik (Istimewa)

GresikSatu | Insiden kecelakaan laut terjadi di wilayah Pulau Gili Timur, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean. Rombongan yang terdiri dari ibu dan anak-anak itu, perahunya terbalik.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, tiga orang diketahui pingsan karena terlalu banyak kemasukan air. Apalagi titik terbaliknya perahu itu memiliki kedalaman 2 meter di area pelabuhan Gili Timur, Bawean, Gresik.

Kronologis kejadian bermula, perahu yang ditumpangi warga Desa Daun, Kecamatan Sangkapura itu, pulang dari menjenguk kelahiran bayi. Saat itu, rombongan yang berjumlah 17 orang, sudah bersiap menyebrangi laut.

Namun baru saja jangkar kapal dilepas, perahu kayu itu mulai tak seimbang. Dalam hitungan detik, perahu yang mayoritas ditumpangi ibu dan anak-anak itu terbalik. Seketika para penumpang berjatuhan ke dalam air.

Warga yang masih berada di pelabuhan langsung tergerak menyelamtakan. Satu persatu penumpang diselamatkan. Baik penumpang perempuan dan anak-anak. Nahasnya, tiga orang ibu-ibu mengalami pingsan. Diduga karena terlalu banyak kemasukan air.

Baca Juga : Suami di Manyar Grebek Istrinya Sedang Selingkuh dengan Brondong

Peristiwa terbaliknya kapal dibenarkan Kades Sidogedungbatu Supar. Dia menduga, perahu oleng karena tak mampu membawa beban berat penumpang. Sehingga perahu tak seimbang lalu terbalik.

“Perahu terbalik masih di kawasan terminal pelabuhan Gili Timur, tidak sampai tengah laut di kedalaman 2 meter. Tidak ada korban jiwa, hanya saja sebagian penumpang pingsan,” ucapnya kepada gresiksatu.com, Senin (6/6/2022). 

Diakuinya, perahu yang ditumpangi rombongan tersebut melebihi kapasitas. Karena statusnya perahu kecil itu secara idealnya hanya bisa ditumpangi maksimal 5-7 orang. 

“Kami juga menghimbau kepada para nelayan yang punya perahu kecil untuk tidak membawa rombongan banyak, jika perahunya kecil,” tandasnya. 

Disamping itu, kedepan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat dan nelayan untuk menyediakan alat keselamatan untuk antisipasi hal serupa. (faiz/aam)

Full Day School