Sabtu, 20/08/2022 | 12:28 WIB
Gresik Satu
Pemerintahan

Puluhan Tahun Kesulitan Air Bersih, PDAM Gresik Beri Sambungan Gratis Warga Kedanyang

bupati pdam kedanyang
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara simbolis pemasangan atau penerimaan SR air bersih gratis kepada warga Kedanyang, Senin (4/7/2022)./ (Foto:TBK/gresiksatu.com)
 Advertisement

GresikSatu I Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir di pembangunan jaringan perpipaan air bersih dan sambungan rumah gratis di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas. Pembangunan jaringan perpipaan air bersih sepanjang 25.90 Km ini harapan masyarakat Desa Kedanyang, yang sudah sekitar 30 tahun mengalami permasalahan kesulitan air bersih utamanya saat musim kemarau.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menjelaskan kegiatan ini merupakan suatu bentuk komitmen dari pemerintah daerah Kabupaten Gresik kepada masyarakat. Sebanyak 4.500 sambungan rumah untuk air bersih secara gratis. Setelah nanti terpasang, maka selanjutnya nanti akan diteruskan oleh PDAM untuk memberikan pelayanannya kepada masyatakat.

“Hari ini kita mulai sosialisasikan . Mudah-mudahan dengan pemerintah daerah yang menunjuk Perumda Giri Tirta selaku badan usaha milik daerah penyedia air bersih, tahun 2022 ini air bisa mancur di Desa Kedanyang, jadi apa yang diharapkan masyarakat Desa Kedanyang bisa benar-benar terealisasi,” katanya, Senin (4/7/2022).

Bersumber pada Dana Alokasi Khusus (DAK), biaya pemasangan saluran rumah yang normalnya membutuhkan biaya sebesar Rp.1.700.000 bisa digratiskan kepada total 3.500 KK masyarakat Desa Kedanyang, sedangkan sisanya akan dialokasikan untuk wilayah yang lain.

“Dengan air yang bersumber dari Umbulan, maka nantinya air yang bisa dinikmati masyarakat Kedanyang nantinya merupakan air dengan kualitas air minum, sehingga bisa langsung di minum,” ungkap Gus Yani.

Kepala Desa Kedanyang, Ahmad Mustofa, dalam keterangannya saat mengikuti acara mengungkapkan terima kasih atas terpenuhinya harapan masyarakat yang sudah menunggu sekian lama dalam hal air bersih.

“Hari ini saya turut merasa bersyukur sekali, karena setelah 30 tahun lamanya kita setiap hari khususnya di musim kemarau menanggung pengeluaran yang lebih dalam hal air bersih. Serapan air berkurang dan sumur-sumur mulai kering, jadi pembangunan jaringan perpipaan air bersih ini sangat kita perlukan,” terang Mustofa. (Tov)