Sabtu, 28/05/2022 | 04:09 WIB
Gresik Satu

Ratusan Sapi di Gresik Terinfeksi Wabah Penyakit Mulut Kuku 

Teks foto : Petugas saat melakukan uji lab sapi di Kecamatan Benjeng Gresik. (Faiz/gresiksatu.com)

GresikSatu | Wabah penyakit mulut kuku (PMK) yang menyasar hewan ternak di Jatim menyebar ke beberapa daerah. Salah satunya di Kabupaten Gresik. Ratusan sapi di Kota Pudak sudah terinfeksi wabah PMK sejak ditemukan pertengahan April dan teridentifikasi mulai awal Mei setelah uji lab. 

Dari keterangan Dinas Pertanian Pemkab Gresik. Ada sekitar 650 ekor sapi per hari ini, Sabtu (7/5/2022). Wabah yang masih belum diketahui sumbernya itu mengalami peningkatan setiap harinya. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Pemkab Gresik Eko Anindito Putro. Dia menjelaskan, sejak tanggal 5 Mei 2022 sudah ada 402 ekor sapi yang teridentifikasi wabah PMK. 

“Paling banyak di wilayah Gresik Selatan. Kecamatan Wringinanom dan Balongpanggang. Sedangkan Wialayah  Gresik Utara dan Pulau Bawean masih belum ada laporan,” ucapnya, Sabtu (7/5/2022). 

Kendati demikian, pihaknya saat ini pun tidak memungkinkan gejala wabah PMK itu juga tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Gresik. “Karena wabah ini cepat sekali penularannya,” ujarnya.

Baca Juga : Antisipasi Tindak Kejahatan, Polsek Manyar Gencar Patroli Perumahan

Hingga saat ini, pihaknya terus menerjunkan petugas lapangan, dokter hewan untuk dilakukan tes uji lab. Karena wabah ini menyerang semua jenis sapi. 

“Dari hasil pertemuan virtual bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kami masih mengusulkan penetapan wabah ini,” jelasnya. 

Sehingga nanti akan diteruskan ke pihak Kementrian Pertanian dan ditetapkan.  Sementara ini pasar hewan di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, dan Wringinanom terus awasi.

“Adapun untuk menutup pasar hewan yang berlaku pada hari Selasa dan Kamis harus menunggu penetapan dari Jatim dan Kemantrian,” pungkasnya. (faiz/aam)