Sabtu, 20/08/2022 | 12:44 WIB
Gresik Satu
Sang Desa

Rawat Tradisi, Warga Meduran Gresik Arak Tumpeng Raksasa Keliling Kampung 

Gresiksatu.com
Tumpeng dua meter diarak keliling Dusun Meduran, Desa Roomo, Kabupaten Gresik. (Foto : Faiz /Gresiksatu.com)
 Advertisement

GresikSatu | Kirab tumpeng menjadi identik dari kebudayaan leluhur di Jawa. Tumpeng hasil bumi itu dirayakan sebagai rasa syukur atas nikmat oleh sang pencipta. Di Gresik budaya ini secara turun temurun terus dirawat.

Misalnya di Dusun Meduran, Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik. Masyarakat antusias arak-arakan tumpeng, mengelilingi sekitar kampung. Masyarakat menyebutnya sedekah bumi. Tumpeng setinggi dua meter diarak keliling kampung oleh ratusan warga sambil berjalan kaki. 

Disertai lantunan sholawat, tampak para warga mengiringi tumpeng warna orange berisi makanan, lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan.  Mulai dari masjid menuju lahan kosong Dusun Meduran, Desa Roomo, Kecamatan Manyar. 

“Sedekah bumi ini sudah ada sejak tradisi turun temurun. Selain ada tumpeng, tradisi lain yang masih dilestarikan adalah udik-udikan dan saling menukar makanan,” ucap Ketua panitia Sedekah Bumi, Agus Siswanto, Sabtu (16/7/2022). 

Menurutnya, sedekah bumi ini sebagai bentuk mempersatukan masyarakat Meduran menjalin silaturahmi. Sedangkan untuk arak-arakan  bentuk bahwa warga satu Dusun ini, satu misi satu jalan. “Mencapai musyawarah mufakat Meduran sejahtera,” ujarnya.

Sesepuh Dusun Meduran, Sugeng Riyadi menambahkan, sedekah bumi Dusun Meduran berlangsung sejak mbah buyut. Hingga saat ini penduduk setempat tetap melestarikan. Hanya tata cara saja yang berbeda. 

“Kalau dulu sedekah bumi dilaksakan di Punden bernama Mbah Gunung posisinya kira-kira satu kilometer ke arah selatan. Sekarang di lapangan. Tata cara berbeda sesuai dengan mbah-mbah dahulu. Sekarang kita lestarikan, kita teruskan, ambil  yang baik,” jelasnya. 

“Moment perayaan ini juga sebagai bersilaturahmi dari Meduran paling ujung barat ke ujung timur. Warga guyub rukun kita tunjukkan dalam bentuk sedekah bumi dengan mengarak tumpeng. Dilanjutkan malamnya perayaan wayang kulit,” tambahnya. (faiz/aam)