Sabtu, 28/05/2022 | 04:24 WIB
Gresik Satu

Razia Warung Esek-esek, Satpol PP Gresik Pergoki Pasangan Mesum Lari Tanpa Busana

Kabid Trantibun Satpol PP Gresik, Sulyono mengamankan perempuan penjaga warung di Dusun Betiring, Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Gresik / foto : Faiz

GresikSatu |Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik kembali melakukan patroli warung esek-esek di Wilayah Gresik. Kali ini menyasar di dua tempat di Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Cerme dan Jalan Noto Prayitno area perkebunan percobaan (Buncob) Gresik.

Hasilnya, petugas mengamankan enam perempuan pramusaji yang diduga melayani prostitusi. Dugaan kuat warung plus esek-esek itu ditemukan saat petugas gerebek pasangan mesum di Dusun Betiring.

Berdasarkan data yang dihimpun, petugas sedang melakukan patroli kemarin, Senin (7/3/2022) sekitar pukul  Pukul 13.00 Wib di Dusun Betiring. Saat itu petugas melihat  situasi  mencurigakan, dan memeriksa memastikan situasi di lokasi.

Saat dilokasi, petugas dikagetkan dengan akivitas pasangan mesum. Karena takut kedatangan petugas, pasangan pria itu lari terbirit-birit tanpa memakai busana. Sedangkan pasangan wanita, hanya pasrah terdiam mematung di dalam kamar.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman (Trantibun) Satpol PP Gresik Sulyono menyampaikan, operasi ketertiban itu secara spontanitas untuk  meminimalisir adanya pratek prostitusi dan mencegah maraknya peredaran Miras di Kabupaten Gesik ini.

Baca Juga : Sempat Terhenti Sebulan Akibat Pandemi, Cabor Tenis Lapangan Gresik Kembali Aktif Latihan

“Di Warung Betiring ada sekitar 4 kamar yang diduga kuat sebagai tempat prostitusi. Kita juga menemukan botol miras yang pasca dikonsumsi pengunjung,” ucapnya, Selasa (8/3/2022).

Total ada enam pramusaji yang diamankan semua ber KTP luar Gresik. Selanjutnya akan dilakukan pembinaan oleh petugas Satpol PP Gresik.

“Ini sebagai bentuk  penegakan Perda No. 07 Th. 2002 J0. No. 22 Th. 2004 dan perda No. 22 Th. 2011,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Gresik  Suprapto mengatakan,  keenam perempuan tersebut dilakukan pembinaan kependudukan bagi yang membawa identitas. Sedangkan yang tidak membawa identitas langsung di bawah ke selter Dinas Sosial (Dinsos) Cerme Gresik untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

“Dari enam perempuan hanya  satu yang dibawa ke selter Dinsos Cerme yaitu Ana Jamilah dan lainnya dipulangkan,” ungkapnya. (faiz/sah)