Senin, 03/10/2022 | 15:54 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pemerintahan

Resmi! Pemerintah Naikkan Harga BBM, Antrian Pengendara Terlihat di SPBU Gresik

img 20220903 wa0031
Antrian pengendara motor di SPBU 54.611.04 Veteran, Gresik (Foto :Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dari Pertalite, Solar, dan Pertamax sudah diputuskan dan diumumkan Presiden Joko Widodo, Sabtu (3/9/2022) pada pukul 14. 30 WIB tadi.

Dari pantauan di lapangan, terlihat antrian panjang pengendara motor atau mobil untuk mengisi BBM terlihat di SPBU 54.611.04 Jalan Veteran, Kebomas, Gresik sejak siang hingga sore.

Priyo salah satu petugas SPBU mengatakan, kenaikan harga BBM sudah di umumkan dan sudah berlaku berlaku. Untuk pertalite naik Rp 2.350 ribu, dari harga awal Rp 7.650.00 menjadi Rp Rp 10.000, untuk pertamax naik Rp 2. 000 dari harga Rp 12.500 menjadi 14.500.

Begitu juga BBM jenis solar ada kenaikan sebesar Rp 1.650.00, harga solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800.

“Sejak pukul 14.30 WIB di SPBU Veteran sudah berlaku harga tersebut. Tapi, disini tidak tersedia solar,” ucapnya, Sabtu (3/9/2022).

Baca Juga: Uji Mental Pemain, Persegres Putra U-17 Tantang Perseba di Bangkalan

Sementara itu, Samuel seorang pengendara yang ikut antri BBM asal Surabaya itu mengeluh dengan kenaikan harga BBM tahun ini. Sebelumnya dirinya memakai Pertalite untuk kendaraanya dan beralih ke BMM jenis pertamax karena ada kenaikan.

“Sekarang malah naik semua. Kalau kecewa pasti ada, tapi ya mau gimana lagi,” keluhnya.

Bahkan, lanjut Samuel dari kenaikan itu juga berdampak pengisian pada kendaraan sepeda motor matic miliknya. Kalau biasanya beli Rp 40 ribu full. “Sekarang hampir Rp 60 ribu. Mau gimana lagi. Mau protes ke siapa. Kalau tidak beli, ya tidak bisa pulang,” ujarnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dari Pertalite, Solar, dan Pertamax. Harga terbaru BBM bersubsidi dan non-subsidi itu mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

“Ini pemerintah membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM akan mengalami penyesuaian,” katanya Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka.

Harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. Wacana kenaikan harga BBM bersubsidi mencuat dalam beberapa waktu terakhir seiring membengkaknya nilai subsidi energi yang mencapai Rp 502 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran subsidi dan kompensasi energi akan kembali membengkak sebesar Rp 198 triliun, jika tidak ada kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar. Saat ini anggaran subsidi dan kompensasi energi untuk 2022 dipatok sebesar Rp 502,4 triliun.

Angka itu sudah membengkak Rp 349,9 triliun dari anggaran semula sebesar Rp 152,1 triliun guna menahan kenaikan harga energi di masyarakat. Namun, dengan kondisi berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dan pelemahan kurs rupiah, diperkirakan anggaran tersebut tidak akan cukup hingga akhir tahun. Terlebih, konsumsi Pertalite dan Solar diperkirakan akan melampaui kuota yang ditetapkan. (Faiz/Tov)