Sabtu, 28/05/2022 | 06:07 WIB
Gresik Satu

Safari Ramadhan Bupati Gresik, Rembug Bareng Masyarakat Tiga Kecamatan

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) saat menerima cinderamata dari warga saat safari ramdhan di Kebomas./ (Foto:TBK/GresikSatu.com)

GresikSatu I Kali pertama di bulan Ramdhan 1443H, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan safari ramadhan untuk yang perdana bersama Wakil Bupati, Aminatun Habibah serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kali ini, safari ramadhan di Masjid Baitus Salam, Kecamatan Kebomas.

Momentum safari ramadhan juga dibarengi dengan kegiatan rembug warga, yakni menyerap aspirasi masyarakat dari tiga kecamatan, diantaranya Kecamatan Kebomas, Kecamatan Gresik dan Kecamatan Manyar.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani menjelaskan rembug warga ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan saran dan aspirasi untuk terwujudnya pembangunan di Gresik yang lebih baik dimasa mendatang.

“Ini kesempatan panjenengan menyampaikan aspirasi, silahkan diutarakan, apa maksud dan keinginan,” ujar Gus Yani.

Baca Juga: Polres Gresik Terjunkan Bhabinkamtibmas Cek Kesediaan Minyak Goreng

Salah satu warga Kecamatan Kebomas, Sujatmiko mengusulkan kepada Gus Yani terkait keterlibatan masyarakat di dalam desa siaga. Ia menyebut bahwa meskipun desa siaga sudah diproklamirkan sejak lama, namun belum berjalan efektif.

“Untuk itu kami mohon Gus Yani untuk mendukung program desa siaga agar lebih efektif,” ucapnya, Rabu (6/4/2022).

Sementara itu, Miftahul salah seorang warga Kecamatan Manyar menceritakan keluhan warga Manyar terkait kemacetan yang setiap hari terjadi di seputaran exit tol Manyar menuju ke arah utara hingga di perempatan tugu Manyar.

“Tolong keluhan warga ini bisa dicarikan solusi yang terbaik pak Bupati,” harapnya.

Gus Yani merespon positif usulan warga Kebomas itu, menurutnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini dimulai dari keterlibatan masyarakat. Dan hal tersebut sudah mulai berjalan.

“Suatu misal persoalan banjir beberapa waktu lalu, keterlibatan penanganan banjir dilakukan oleh masyarakat sekitar. Ini berarti kita bisa melakukan kewaspadaan yang berbasis masyarakat,” katanya.

Yang kedua, pada saat penanganan Covid-19, kesiapsiagaan masyarakat ditunjukkan mulai dari pendirian posko darurat. Baik di perkotaan ataupun di tingkat desa.

“Mereka berkolaborasi dengan sejumlah lembaga dan organisasi masyarakat. Artinya apa? Masyarakat di kota ataupun di desa sudah tergerak dengan kesiapsiagaan,” jelas Gus Yani.

Sementara itu menanggapi keluhan yang dialami warga Manyar terkait kemacetan dari arah exit tol ke Utara. Pihaknya tengah menyiapkan langkah dan mengajak Forkopimda serta tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Manyar untuk fokus mengatasi persoalan tersebut.

Menurut Gus Yani, Pemerintah berencana akan melakukan pelebaran jalan dengan membebaskan lahan seluruh lapak pedagang yang ada di sekitar area kemacetan.

“Kita sudah siapkan anggaran, rencananya sejumlah lapak tersebut akan kita relokasi ke tempat yang baru. Jadi kami tidak hanya menggusur saja, namun kita carikan tempat pengganti yang layak bagi para pedagang tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan Pemkab tidak menggusur tapi akan di bangun lapak. Jadi berharap ada kesepakatan dari musyawarah desa nantinya.

“Jadi kembali saya sampaikan bahwa Pemkab tidak sekedar menggusur, akan tetapi tetap kita bangunkan lapak sesuai jumlah lapak di lokasi berbeda. Ini juga demi kepentingan masyarakat bersama. Mudah-mudahan dapat segera terealisasi,” ungkap Gus Yani.**