Sabtu, 26/11/2022 | 20:31 WIB
Gresik Satu
Nasional

Sapa Pengusaha Sarang Walet, Wapres Ma’ruf Amin Disambati Ketatnya Aturan Ekspor  

Gresiksatu.com
Wapres Ma'ruf Amin saat berkunjung di Kabupaten Gresik. (Foto : Faiz/Gresiksatu.com)

GresikSatu | Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin terpantau mendatangi Kabupaten Gresik, Jum’at (30/9/2022). Dalam kunjungannya Wapres menghampiri perusahaan walet PT Husein Alam Indah, Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Gresik.

Di sana, orang nomer dua itu mendengarkan keluhan para pengusaha sarang walet terkait sulitnya larangan ekspor.  Wapres Makruf Amin bersama rombongan tiba di PT Husein Alam Indah pukul 13.50 WIB, didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani serta Wabup Gresik Aminatun Habibah. 

Dalam sambutannya Wapres RI menyampaikan, pasar ekspor yang besar untuk sarang burung walet merupakan peluang usaha yang bagus bagi para peternak walet. Karena dapat memberi manfaat dan maslahah seperti yang diwajibkan oleh Allah SWT. 

Lebih lanjut, pasar walet cukup luas, tetapi ternyata yang potensial itu di Tiongkok, karena memang di Tiongkok ada beberapa persyaratan yang sulit, sehingga yang bisa masuk hanya memiliki kualifikasi tertentu dan jumlahnya tidak terlalu banyak.

“Saya tanya apakah itu karena memang khasiatnya berbeda, ternyata bukan soal khasiat tetapi soal bentuk, khasiat sama. Anehnya saya dengar bisa masuk lewat negara lain, Pemerintah punya perhatian untuk memajukan perwaletan, dalam hal pengelolaan maupun dalam pemasaran, kendala-kendala akan kita cari jalan keluar,” tambahnya.

Sementara itu, Owner PT Husein Alam Indah, Wayudi Husein mengatakan, sejak adanya aturan yang didalamnya terdapat, Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Hongkong. Hal tersebut membuat tidak ramah bagi pengusaha dan UMKM walet.

Bahkan pihaknya menyebut menjadi momok bagi kalangan pengusaha walet. Dengan mengikuti protokol aturan tersebut hanya beberapa pengusaha yang memenuhi aturan tersebut.

“Harus ditinjau kembali aturan itu, makanya tadi Wapres juga baru tau tentang aturan itu. Regulasi ini sejak tahun 2012 adanya MoU Impor Protokol. Mestinya sudah direview. Karena biasanya setiap lima tahun ada review atau perubahan,” ucapnya. 

Diakuinya sebelum tahun 2010 ekspor ke Tiongkok berjalan baik. Namun pada akhir-akhir ini ada aturan, membuat pengusaha sulit ekspor. Karena regulasi aturan yang dibuat Indonesia maupun Tiongkok dalam hal MoU import protokol.

Diantara poin aturan yang memberatkan itu, yakni, soal nitrit, bahwa hasil sarang burung dari liur walet yang mengandung nitrit. Harus dibawah 30 ppm. Kedua, soal rumah burung yang terdaftar. Itu juga hal yang sulit bagi pengusaha produksi liur burung walet. 

“Dengan demikian, harus ada harmonisasi peraturan antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Agar tidak tumpang tindih. Kami harap Wapres nanti memfasilitasi. Kami siap diundang lebih detail menerangkan aturan tersebut,” jelasnya. 

Karena pasar Tiongkok tambah dia, merupakan pasar dunia. Prosentasenya 80% dunia pasar walet ada di Tiongkok. Karena peraturan ini pasar walet yang terserap di Tiongkok hanya 350 ton atau 30% saja.

“Padahal produksi walet di Indonesia mencapai 1.500 ton per tahun. Namun yang hisa masuk ke Tiongkok hanya 350 ton. Lainnya non Tiongkok. Dari ribuan perusahaan produksi liur burung walet hanya 30 perusahaan di Indonesia yang terdaftar, akibat peraturan ini,” bebernya. 

“Dalam hal produksi, potensi walet ini sangat luar biasa. Potensi produksi walet sangat berpengaruh kepada dunia kerja. Dengan 350 karyawan, kami bisa produksi 300 ribu pencucian air liur walet setiap harinya,” tambahnya memungkasi. 

Dalam kunjungan kerja Wapres RI Ma’ruf Amin ke Perusahaan PT Husein Alam Indah,  turut mendampingi Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, Wagub Emil Elestianto Dardak, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Kabinda Jatim Brigjen TNI Fahmi Sudirman, Brigjen TNI (Mar) Much. Sulchan beserta Forkopimda Gresik. (faiz/aam)

Baznas Gresik