Senin, 03/10/2022 | 17:37 WIB
Gresik Satu
Kesehatan

Satgas Pangan Gresik Sisir Toko Modern, Temukan Produk Kedaluwarsa

Teks foto : Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik dr Mukhibatul Khusnah saat cek parsel di toko Sarikat Jaya Jalan Kartini Gresik (Faiz/gresiksatu.com)

GresikSatu | Menjelang lebaran Satgas Pangan Gresik mulai menyisir makanan yang dianggap tidak layak jual. Operasi itu salah satunya menyisir di toko modern Sarikat Jaya Jalan Veteran Gresik. Di sana petugas menemukan satu produk yogurt didapati kedaluwarsa.

Tidak hanya itu. Satgas Pangan yang terdiri dari Satpol PP dan Dinas Kesehatan Gresik itu juga menemukan kemasan rusak hingga masalah Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tanggah (SPP-IRT).

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik dr Mukhibatul Khusna mengatakan, meski ada yang didapati kedaluwarsa, mayoritas makanan kondisi baik. Pihaknya hanya memberikan catatan hasil sidak itu. Salah satunya ada produk yang PIRT belum mencantumkan nilai gizi dan kode produksi.

“Satu produk yogurt didapati kedaluwarsa tertanggal 18 April 2022 dan satu kemasan kaleng yang rusak,” katanya, Jum’at (22/4/2022).

Baca Juga : Antisipasi Bahan Kimia Berbahaya, Dinkes Gresik Uji Sampel Takjil 

Selain itu, petugas juga melakukan pembongkaran produk dan mengecek sampel parsel lebaran. Satu per satu produk diperiksa kualitas dan masa kedaluwarsa. Hasilnya aman dijual.

“Hasil dari temuan yang rawan bahaya itu masih wajar. Sebab, produk kedaluwarsa hanya satu. Dan produk yang rusak juga hanya satu tidak seluruhnya. Termasuk kemasan penyok. Mungkin saat packing ada tekanan,” bebernya.

Hal yang sama juga ditemukan di Ramayana. Satgas Pangan juga menemukan produk yang tidak ada izin PIRT. Sedangkan produk kedaluwarsa hanya satu keripik singkong balado.

Khusna menggaris bawahi, produk-produk yang biasanya diburu masyarakat jelang lebaran. Dipastikan aman. Karena, terbanyak produk kemasan penyok dan izin PIRT. Namun pihaknya tetap menghimbau kepada masyarakat untuk jeli membeli produk jelang lebaran.

“Selalu cek komposisi, izin edarnya, dan kadaluwarsanya. Tadi pengelola toko juga siap menyuruh karyawan cek barang yang dijejerkan,” ujarnya. (faiz/sah)