Sabtu, 20/08/2022 | 12:24 WIB
Gresik Satu
Pendidikan

Selamat! 155 Guru di Gresik Lolos Ikuti Program Guru Penggerak

Suyatno
Korwas Cabang Dinas Pendidikan Gresik, Suyatno (Foto Faiz Gresiksatu.com)
 Advertisement

GresikSatu I Ratusan guru dari berbagai jenjang di Kabupaten Gresik lolos ke tahap dua Program Guru Penggerak (PGP). Ada sebanyak 155 Guru di Gresik yang lolos pada angkatan 6 PGP. Rencananya mereka (para guru yang lolos) akak mengikuti program guru penggerak selama 6 bulan di pertengahan Agustus 2022 nanti.

Koordinator Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Suyatno mengaku sangat gembira mendengar kabar tersebut. Pihaknya mengungkapkan, torehan prestasi itu tidak lepas dari peran serta kepala sekolah dalam membina dan membimbing guru-gurunya.

“Luar biasa. Saya apresiasi yang tinggi bagi kepala sekolah dan guru guru yang sangat antusias melakukan perubahan menyongsong Program Guru Penggerak,” ungkapanya, Jumat (29/7/2022).

Mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Gresik berharap, dengan banyaknya guru penggerak, semoga bisa menjadikan pendidikan di Gresik bisa lebih baik. Untuk itu kepada para kandidat guru penggerak mencari informasi awal tentang materi PGP untuk dipelajari, dan dipahami dengan baik.

“Silakan belajar kepada fasilitattor guru penggerak, pelatih ahli, kepala sekolah dan guru guru di Sekolah Penggerak. Laksanakan dengan riang gembira dan ikhlas, amanah ini. Niatkan untuk berbagi demi peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Gresik,” harapnya.

Sementara itu salah satu kandidat guru penggerak Wahyudi (44) mengaku sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri lewat program PGP. Selanjutnya guru SMAN Balongpanggang itu akan melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan pengawas untuk pelaksanaan pembekalan.

“Waktu juga saya atur ulang agar tugas di sekolah tetap bisa dijalan dan kegiatan pembekalan juga berjalan. Saya juga mencari referensi persiapan-persiapan yang dibutuhkan untuk memperlancar pelaksanaan pembekalan dan pelaksanaan PGP,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan guru SMA Muhammadiyah 8 Cerme Gresik Yuyun Minarti (49). Dirinya mengaku bersyukur dan tetap low profile.

“Positive thinking agar mendapatkan hasil terbaik dan terus menebar energi positif,” ujarnya.

Diketahui, para guru yang lolos mengikuti program guru penggerak. Terlebih dahulu melakukan konfirmasi keikutsertaan secara daring lewat SIMPKB. Setelah itu mengisi, menandatangani dan mengunggah dokumen pakta integritas di atas meterai 10.000. Dokumen tersebut yang asli dibawa dan diserahkan kepada panitia pada saat lokakarya pertama.

Guru Penggerak merupakan episode ke-5 Merdeka Belajar yang diluncurkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Dikti pada tanggal 3 Juli 2020 yang lalu. Guru penggerak diharapkan dapat menjadi daya dorong transformasi pendidikan nasional dan mendukung tumbuh kembang murid secara holistik sehingga menjadi Pelajar Pancasila.

Guru penggerak juga diharapkan dapat menjadi coach atau mentor bagi guru lainnya untuk pembelajaran yang berpusat pada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan. (Faiz/Tov)