Senin, 03/10/2022 | 19:24 WIB
Gresik Satu
Ekonomi

SIG dan Kementerian PUTR Sinergi Hadirkan Solusi Kontruksi Ramah Lingkungan

Foto 3: Direktur Utama SIG, Donny Arsal (paling kiri) memperhatikan demo produk ThruCrete. (Humas Semen)

GresikSatu | PT Semen Indonesia (SIG) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkolaborasi bersama. Agendanya, sinergitas menghadirkan solusi kontrikai ramah lingkungan. Acara tersebut ditandai dengan pembukaan pelatihan tenaga konstruksi di Palembang, Kamis (7/4/2022) kemarin.

Pembukaan dilakukan oleh Direktur Pengembangan Jasa Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Putut Marhayudi bersama Direktur Utama SIG, Donny Arsal dan disaksikan secara virtual oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yudha Mediawan.

Baca Juga : Merasakan Sensasi Pedasnya Sambal Gami Khas Kaltim di Hotel Aston Inn Gresik 

Direktur Utama SIG, Donny Arsal mengatakan, konstruksi di Indonesia menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi nasional terbesar, dengan serapan tenaga kerja lebih dari 8 juta jiwa. SIG memiliki visi untuk mendorong inovasi produk dan teknologi konstruksi yang berwawasan masa depan dan berorientasi perlindungan lingkungan.

“Melalui semangat Go Beyond Next untuk mendukung kehidupan masa depan yang berkelanjutan, SIG telah mengembangkan produk ramah lingkungan,” katanya Jum’at (8/4/2022).

Menurutnya, SIG juga menyediakan berbagai solusi beton yang telah dikembangkan. Seperti teknologi konstruksi DynaHome untuk percepatan pembangunan perumahan, sebagai solusi yang dapat menyediakan daerah resapan air dan mengurangi risiko banjir.

Baca Juga : Dirut Baru Perumda Giri Tirta Gresik, Janji Perbaiki Pelayanan dan Bentuk URC Setiap Cabang

“Melalui unit pengolahan limbah bernama Nathabumi, SIG memanfaatkan limbah industrial maupun sampah perkotaan sebagai bahan baku dan bahan bakar alternatif melalui metode co-processing,” jelasnya.

“Beberapa jenis limbah industri seperti fly ash, bottom ash, dan copper slag juga dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku semen dan produk turunannya,” tambahnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR mengatakan, bersinergi tidak hanya terkait optimalisasi penggunaan semen maupun produk turunan semen sebagai solusi teknologi konstruksi yang ramah lingkungan saja. Namun juga mencakup peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja konstruksi untuk mewujudkan penyelenggaraan jasa konstruksi yang berkelanjutan. 

“Dengan adanya sinergi ini, diharapkan dapat mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi, meningkatkan pemahaman serta mendorong optimalisasi penggunaan material semen ramah lingkungan,” pungkasnya. (aam)