Minggu, 29/05/2022 | 06:20 WIB
Gresik Satu

SMAN Dukun Gelar Karya Project Base Learning Bertema Batik Khas Gresik

Siswa SMA Dukun Gresik saat menggelar karya project base dengan membatik khas Gresik, Kamis (24/2/2022)./ Foto: TBK
Siswa SMA Dukun Gresik saat menggelar karya project base dengan membatik khas Gresik, Kamis (24/2/2022)./ Foto: TBK

GresikSatu I Sejak ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek sebagai sekolah penggerak, SMAN Dukun terus bernah agar selalu tergerak, bergerak dan menggerakkan dengan menggelar Gelar Karya Project Base Learning dengan mengusung tema Kearifan Lokal Membatik Khas Gresik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pembelajaran pada  sekolah penggerak yang menyelenggarakan Kurikulum Merdeka dengan 30 persen dari seluruh alokasi waktu pembelajarannya adalah pembelajaran berbasis proyek, tujuannya adalah penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Kiswanto didampingi oleh Kepala Seksi SMA Fatkhul Alim dan Pengawas Pembina, Margiyanto, serta Pelatih Ahli Djoni Setiawan

Kiswanto mengaku bangga dengan hasil karya siswa kelas X SMA Dukun. Ia mengapresiasi kegiatan yang positif  siswa agar terus dikembangan untuk kemajuan bersama.

“Kalian sekarang harus belajar yang giat supaya sukses. Orang sukses itu harus ulet, mau kerja keras, sabar, tidak gampang menyerah serta berani menghadapi tantangan. Padukan hand, herd dan heart,” terangnya.

Mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Probolinggo itu juga berpesan agar anak-anak memiliki karakter pelajar Pancasila dimana bisa memperkuat jati diri bangsa untuk masa depan.

“Mudah-mudahan lewat kegiatan ini lahir murid murid yang memiliki karakter Profil Pelajar Pancasila,” ungkapnya, Kamis (24/2/2022).

Selain sebagai sekolah penggerak, lanjut Kiswanto menambahkan SMAN Dukun juga ditunjuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai sekolah penyelenggara Program Double Track. Oleh sebab itu, pembelajaran berbasis proyek ini disinergikan dengan program Double Track.

“saya sarankan kepada sekolah agar pembelajaran berbasis proyek ini disinergikan dengan program Double Track, sebab sebagai sekolah penggerak,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SMAN Dukun, Kholid mengaku siap, sejauh ini pihaknya sudah menggelar program Double Track dengan pilihan desain grafis dan tata rias.

“Strategi pembelajaran double track selama ini juga berbasis proyek, sehingga ketika Sekolah Penggerak mewajibkan 30 persen untuk pembelajaran proyek ya klop. Tidak masalah,” terangnya

Sinergi Program Double Track dengan Program Sekolah Penggerak, lanjut Kholid, diharapkan dapat melahirkan generasi yang memiliki karakter profil. Pancasila. Pada sekolah penggerak ada 7 pilihan tema: gaya hidup berkelanjutan, bangunlah jiwa dan raganya, suara demokrasi, berekayasa dan berteknologi untuk membangun, kewirausahaan, bhinneka tunggal ika dan kearifan lokal.

“Gelar Karya kali ini, kami memilih tema kearifan lokal. InsyaAllah tahun berikutnya akan mencoba untuk tema yang lain,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kholid berencana menggandeng sektor industri, dunia industri dan dunia kerja (Iduka) agar ada kesempatan untuk megang di perusahaan atau siwa yang siap kerja jika tamat sekolah.

“Anak anak diberi kesempatan magang ke perusahaan perusahaan. Jadi, sekolah kami melayani murid yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi, juga melayani dan membekali murid yang siap kerja. Kuliah yes, kerja Oke, SMAN Dukun luar biasa,” pungkasnya.**