Jumat, 27/05/2022 | 23:43 WIB
Gresik Satu

Songsong 50 Tahun, Petrokimia Gresik Dorong Bangkitnya Seniman Indonesia di tengah Pandemi Covid-19

Teks Foto : Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo iku dalam pementasan Tabib Suci bersama Butet Kartaredjasa (Humas Petrokimia)

GresikSatu | Selama pandemi Covid-19 melanda, sektor yang paling terdampak satu diantaranya adalah para seniman. Selama itu, panggung-panggung hiburan yang menjadi sumber penghasilan mereka nyaris berhenti.

Untuk membantu para seniman Indonesia terus peoduktif, PT Petrokimia Gresik, pun turut menghidupaka kesenian. Salah satunya dengan cara menggelar pertunjukkan teater “Tabib Suci” bersama Kelompok Seniman Indonesia Kita di SOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Gresik, Jawa Timur, Minggu (27/3) malam kemarin.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, mengundang para seniman ke dalam pertunjukan seni, perusahaanya turut serta dalam menjaga dan melestarikan. Apalagi dukungan ini selaras dengan arahan Menteri BUMN, Erick Thohir, dimana setiap BUMN harus turut merawat seni dan budaya.

“Kami berharap pagelaran ini mampu menjadi momentum kebangkitan seni pertunjukan Indonesia dari keterpurukan pandemi Covid-19,” katanya.

Baca Juga : Sukses Jalankan Program CSR dan Lingkungan, PT Cargill Gresik Dapat Penghargaan Giri Panca Suar Award

Ditambahkan Dwi Satriyo, pertunjukan ini juga merupakan bentuk komitmen Petrokimia Gresik dalam menjaga keutuhan dan kebhinekaan Indonesia melalui jalan kebudayaan. Karena nilai-nilai budaya mampu merekatkan semangat persatuan dan membangun serta menjaga kerukunan bangsa.

 “Sejarah mencatat bersatunya bangsa ini karena budaya. Jangan sampai terjadi disintegrasi bangsa karena kita tidak peduli bagi seni budaya,” paparnya.

Diketahui, Kisah “Tabib Suci” sendiri mengambil isu sosial yang terjadi di tengah masyarakat, sebagai upaya membangun kembali Indonesia yang plural.

Di tengah bangsa yang sedang sakit karena pandemi, diceritakan mendadak bermunculan tabib-tabib mengaku suci dan sakti. Pada ada akhirnya justru membuat kisruh.

Persaingan pun terjadi untuk berebut pengaruh dan banyak mengorbankan orang-orang kecil di sekitar mereka. Kisah ini diperankan oleh aktor kawakan mulai dari Butet Kartaredjasa hingga Cak Lontong.

 Baca Juga : Memasuki Bulan Ramdhan, Kapolri Minta Forkopimda dan FKUB Siapkan Strategi Vaksinasi

Usai pertunjukan, Butet mengapresiasi peranan aktif Petrokimia Gresik dalam memberikan support dan membangkitkan kembali seni budaya Indonesia.

Menurutnya, komitmen ini adalah investasi terbaik dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui jalan kebudayaan. (aam)