Jumat, 27/05/2022 | 22:07 WIB
Gresik Satu

Bantu Stabilkan Harga, Wilmar Kirim 26.400 Liter minyak goreng ke Papua Pakai Pesawat Hercules

PT Wilmar Nabati secara simbolis melepaskan trasportasi yang berisikan minyak goreng untuk dikirim ke Papua / Foto : humas Wilmar

GresikSatu | PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA) kembali melakuakan gebrakan-gebrakan jitu dalam isu kelangkaan minyak goreng. Setelah operasi pasar yang sempat dilakukan guna menatabilkan harga.

Kali inu, perusahaan yang beralamat di Jalan Kapten Darmo Sugondo itu mengirimkan puluhan ribu liter ke daerah-daerah pelosok. Dintaranya adalah Kepulauan Papua.

Dengan bekerjasama dengan Tentara Angkatan Udara (TNI AU), Wilmar menerbangkan 26.400 minyak goreng ke Papua menggunakan pesawat Hercules. Pengiriman minyak goreng ke Papua dilakukan secara simbolis di halaman perusahaan pada Minggu malam, (20/02/2022) kemarin.

Unit Business Head PT WINA, Ridwan Brandes mengatakan, pengiriman minyak goreng ke Papua ini dalam rangka mendukung program pemerintah minyak goreng murah dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 14 ribu per liter 

Baca Juga : Ratusan Guru di Gresik Ikuti Program Sekolah Penggerak

“Saat ini kelangkaan minyak goreng (migor) tidak hanya terjadi di Provinsi Jawa saja melainkan hampir disemua provinsi di Indonesia. Untuk itu kami bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU) dan KPN Corp mengirimkan migor langsung ke Papua,” kata Ridwan, Senin (21/2/2022).

Ridwan menjelaskan, sebelumnya distribusi migor ke Papua dilakukan menggunakan moda transportasi kapal laut dengan estimasi jarak tempuh 15 sampai 30 hari. Namun, karena kondisi saat ini mendesak akhirnya Wilmar dan KPN Corp mendistribusikan minyak goreng masing-masing sebanyak 13.200 liter via jalur udara sehingga total migor yang dikirim mencapai 26.400 liter.

“Karena kondisi mendesak, akibat kelangkaan minyak goreng distribusi dilakukan menggunakan pesawat terbang Hercules milik TNI AU,” jelasnya.

Ditempat sama, Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) dan Humas PT WINA, Hartono Subeki menambahkan, sebelumnya Wilmar juga mendistribusikan minyak goreng ke berbagai wilayah di Jawa dan Sumatera.

Upaya ini sebagai wujud komitmen Wilmar dalam mendukung program pemerintah minyak goreng satu harga.

“Meskipun saat ini harga bahan baku mengalami fluktuasi kami tetap memasarkan produk sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Hartono.

Hartono juga menegaskan jika sampai hari ini  produksi migor Wilmar tetap berjalan normal mencapai 50 ribu sampai 70 ribu ton per bulan. Angka sesuai dengan kapasitas terpasang di perusahaan atau maximum capacity. **