Minggu, 25/09/2022 | 18:10 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Olahraga

Stamina Pemain Kedodoran, Penyebab Gresik United Ditahan Imbang Persikab Bandung

gu vs persikab 1
Pemain Gresik United (kuning) mendapatkan tackling dari pemain Persikab Bandung pada laga lanjutan Liga 2 grup B, Sabtu (10/9/2022) di stadion Gelora Joko Samudro. / (Foto: TBK/gresiksatu.com)

GresikSatu I Gresik United membuang kesempatan meraih kemenangan ketika bertanding kontra Persikab Bandung pada laga lanjutan Liga 2 grup B di stadion Gelora Joko Samudro, Sabtu (10/9/2022). Akibat stamina pemain kedodoran, tim berjuluk Laskar Joko Samudro ini harus puas bermain imbang tanpa gol.

Laga pekan ketiga ini sebenarnya berlangsung menarik, kedua tim saling jual beli serangan di babak pertama. Gresik United sempat memiliki banyak peluang tapi gagal di konversi menjadi gol, demikian juga pihak lawan. Di babak kedua, tempo serangan Gresik United sedikit menurun akibat stamina pemain yang mulai habis. Hingga akhir laga skor tetap kuat imbang tanpa gol.

Pelatih Gresik United Khusairi mengatakan, pada babak pertama peluang sangat banyak diciptakan pemain, namun momen yang krusial untuk cetak gol itu tidak bisa di selesaikan dengan baik.

“Di pertandingan babak pertama, kami yakin menang, kami menguasai laga, peluang juga ada banyak. Tapi momen itu tidak bisa dimanfaatkan dengan baik pemain. Di babak kedua fisik tim kami mulai kedodoran,” katanya usai laga.

Kemudian di sepuluh menit menjelang laga berakhir, Ia sengaja membuat beberapa pergantian pemain depan dan belakang, tujuannya untuk bisa membuka skor dan sekaligus menjaga keseimbangan pertahanan.

“Saya gunakan pergantian pemain depan agar lebih agresif dan bisa membuat gol. Juga mengganti pemain belakang untuk menjaga pertahanan agar tidak kebobolan, agar lebih seimbang,” ungkap Khusairi.

Pada babak kedua lanjut Khusairi, bukan pada chmistry antar pemain yang kurang terbangun tapi lebih pada stamina pemain kedodoran membuat kosentrasi pemain menurun, sehingga berdampak pada semua lini yang tidak bisa bekerja dengan baik, termasuk lini depan dan lini belakang.

“Khusus babak kedua terlihat sekali, kosentrasi menurun berarti stamina menurun. seperti kesalahan di lini belakang seharusnya tidak boleh terjadi, lini depan juga begitu. Jadi stamina kedodoran, chemistri tidak lagi berjalan dengan normal, artinya pemain sering melakukan kesalahan mendasar,” ungkapnya.

Meski begitu, pelatih asal Sidayu ini akan berusaha memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi pada pertandingan tadi, terutama melakukan perbaikan di stamina pemain untuk laga berikutnya.

“Ya, kami akan perbaiki kekurangan di pertandingan tadi, terutama fisik pemain agar pada laga berikutnya bisa stabil,” jelas Khusairi. (Tov)