Kamis, 30/06/2022 | 02:26 WIB
Gresik Satu
Ekonomi

Stok Minyak Goreng Curah di Gresik Masih Melimpah

Pembatasan Pembelian Minyak Goreng Stok Minyak Goreng Curah di Gresik Masih Melimpah
Teks foto : Jerigen milik para pembeli minyak curah antre di Koperasi Pedagang Pasar Rukun Santoso Gresik (Faiz /gresiksatu.com)

GresikSatu | Stok minyak goreng curah di Kabupaten Gresik masih melimpah. Kendati demikian, pemebelian dilakukan pembatasan. Hal ini sebagai antisipasi kelangkaan minyak curah. Setiap satu pembeli hanya bisa membeli 2 kg minyak.

Walaupun itu, masyarakat biasanya membeli per jerigen. Satu jerigen berisi 16 Kg. Para pembeli yang membeli satu jerigen harus membawa fotocopy 8 warga karena pembatasan. Hal tersebut sesuai surat Permendag No 33 Tahun 2022.

Pengelola Koperasi Pedagang Pasar Rukun Santoso Suparman mengatakan, para pembeli minyak curah terhitung ramai. Pasalnya, banyak pembeli beralih membeli minyak curah pasca subsidi minyak goreng (migor) dicabut akhir Mei lalu.

“Satu orang bisa membeli migor curah maksimal 4 jerigen. Bahkan, kadang ada 5 jerigen. Namun, kami tidak los menjual, karena antisipasi kouta minyak tidak memenuhi pembeli,” ucapnya di lokasi, Senin (13/6/2022).

Baca Juga : Emak-emak di Gresik, Rela Antre Panas-panasan Demi Minyak Goreng Murah

Pria berusia 59 tahun itu menjelaskan, harga migor curah per kilonya sebesar Rp 13 ribu. Lebih murah dari sebelumnya harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.500 per Kg.

Dikatakan, Koperasi yang sudah berdiri sejak 1997 itu selalu kebanjiran pembeli. Mayoritas dari para pedagang pasar yang menjual migor eceran, pedagang kampung, dan kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

“Kami juga sudah menerima informasi kedepan akan berlaku sistem QR code untuk pembelian minyak goreng curah. Tapi sebelum itu diterapkan, tetap saja menjual untuk kebutuhan hidup,” tambahnya memungkasi. (faiz/aam)

Full Day School