Minggu, 25/09/2022 | 17:24 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Subsidi Pupuk Ikan Dicabut, Warga Tambak Beras Gresik Tetap Kirab Tumpeng Bandeng

kirab tumpeng bandeng
Para petambak Desa Tambak Beras Gresik sedang melakukan tradisi kirab tumpeng bandeng, Sabtu (3/9/2022). / (Foto:Faiz/gresiksatu.com)

GresikSatu | Sejak bulan Maret 2022 para petambak tidak bisa menikmati pupuk subsidi untuk pangan ikan, keputusan pemerintah bahwa pupuk bersubsidi hanya untuk petani di bawah kendali Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Meski begitu, tidak menyurutkan niat petambak Desa Tambak Beras , Kecamatan cerme, Gresik yang tetap menggelar tradisi sedekah bumi kirab tumpeng dengan ribuan bandeng.

Sejak pagi, warga sudah bersiap membawa tumpeng sedekah bumi berisi bandeng , sayuran dan buah-buahan. Warga berbondong membawa tumpeng-tumpeng yang dihias dengan aneka makanan dan minuman itu ke gedung serbaguna Desa kemudian dibagikan ke warga luar Desa Tambak Beras.

Ketua Panitia Rofik Udin mengatakan, kendati sudah ada keputusan pencabutan pupuk subsidi untuk petani tambak. Tapi tidak menyurutkan niat masyarakat Desa Tambak Beras masih aktif mempertahankan tradisi sedekah bumi kirab tumpeng.

“Pihaknya saat ini terus intens melakukan koordinasi kepada Pemdes, dan dinas Pertanian terkait permasalahan pencabutan pupuk subsidi tersebut. Namun tidak terus berhenti untuk sedekah bumi. Bahkan kedepan ingin ada tradisi serupa tidak hanya sekali dalam setahun. Bisa dua sampai tiga kali dalam setahun ada tradisi sedekah bumi 1000 bandeng di desa kami,” Ucapnya, sabtu (3/9/2022).

Rofik melanjutkan, gelar tradisi sedekah bumi kirab tumpeng ini panitia mengumpulkan sekitar 1300 bandeng dari hasil warga setempat, yang kemudian bandeng ini dibagikan ke seluruh warga luar desa.

“Pembagian bandeng ini untuk warga luar Desa Tambak Beras. Dengan tidak saling berebutan, warga luar desa bergiliran, warga antre secara tertib dan jalan pembagian dengan lancar,” ucapnya.

Diakuinya selama dua tahun terakhir ini, tradisi ini vakum imbas pandemi covid-19. Untuk tahun ini kembali dengan suasana meriah tentunya. Karena memang tradisi ini hasil karya dari para petani tambak dan sawah di desa Tambak Beras.

“Ini merupakan bentuk karya hasil bumi desa yang punya 90% potensi dari pertanian dan perikanan. Desa Tambak Beras. Tambak ada bandengnya , berasnya ada padinya,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merasa turut bangga dan mengapresiasi hasil sedekah bumi di desa Tambak Beras ini. Apalagi dalam tradisi tumpeng 100 bandeng. Karena sebagaimana diketahui, Bandeng merupakan produk unggulan Kabupaten Gresik dalam sektor perikanan. Dengan catatan setiap tahun produksi bandeng di Gresik bisa 80.000 ton.

“Dengan limpah ruah hasil bumi di desa ini menjadikan ketahanan pangan Kabupaten Gresik terjaga . sedekah bumi ini sebagai rasa sykur kepada Allah SWT . semoga di tahun berikutnya lebih bertambah dan meningkat,” ucapnya.

Ketika ketahanan ini meningkat, lanjut Gus Yani sapaan karibnya angka stunting di Kabupaten Gresik akan turun. Untuk itu, p[ihaknya saat ini sedang konsenytasi untuk melakukan pengajuan kembali pupuk subsidi untuk petani tambak.

“Pupuk subsidi perikanan sangat kesulita. Kami berharap tahun depan sektor perikanan bisa mendapatkan pupuk subsidi untuk makanan bandeng. Kita doakan para petani tambak kembali mendapatkan pupuk subsidi,” jelasnya memungkasi. (Faiz/Tov)