Senin, 03/10/2022 | 14:33 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Tak Mampu Bertahan, Ratusan Angkutan Umum di Gresik Berhenti Beroperasi  

angkuta kota gresik
Para sopir lyn saat mangkal di perbatasan Gresik - Surabaya (Foto : Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Seiring dengan perkembangan era modernisasi. Juga berimbas dengan keberadaan angkutan umum Lyn di Kabupaten Gresik. Utamanya di wilayah Perkotaan. Selain sudah banyak beralih ke online juga pendapatan tidak sebanding dengan perawatan mobil.

Dari data Dishub, kendaraan lyn itu tersebar di wilayah pedesaan dan perkotaan berjumlah 522 unit kendaraan. Saat ini hanya tersisa 315 unit kendaraan. Ada sekitar 207 yang sudah tidak beroperasi. Dengan rincian, untuk wilayah kota dari jumlah unit lyn 189 tersisa 85 unit kendaraan lyn yang masih aktif Sedangkan di wilayah desa dari 333 unit, tersisa 230 unit.

Kepala Seksi Angkutan Orang dan Angkutan Barang Dishub Gresik Anom Kusumo Laksono mengatakan, data lyn yang masih aktif tersebut. Terhitung sejak masa pandemi Covid-19 tahun 2020 hingga saat ini tahun 2022. “Tambah tahun tambah menurun, karena memang banyak faktor. Salah satunya ojek online (Ojol),” katanya.

Akibat hal tersebut, jumlah penumpang lyn pun menurun. Dengan banyaknya jumlah ojol di Gresik. Disamping itu lanjut dia, banyak kendaraan lyn kurang terawat. Karena memang tidak sebanding dengan penarikan penumpang.

“Serta banyak sopir menunggu para penumpang saat ngerem terlalu lama. Sehingga perlahan pekerjaan ini mulai ditinggalkan. Karena kurang menghasilkan,” paparnya.

“Paling banyak lyn wilayah perkotaan yang menurun. Sedangkan wilayah pedesaan masih tetap eksis. Karena sudah mempunyai langganan tetap masyarakat pedesaan,” tambahnya.

Kendati jumlah lyn menurun, retribusi untuk lyn sejak diterpa pandemi Covid-19 dua tahun yang lalu memamg sudah mulai merosot. Namun saat ini berangsur membaik.

Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Wilayah Kota Dishub Gresik Muhammad Masyhur Arif mengatakan, target retribusi tahun 2022 ini, di beberapa terminal dari para sopir angkutan dan stan bernilai Rp 105 juta. Saat ini sudah progres realisasi 75%. “Kami optimis bisa lampaui target tersebut,” ucapnya.

Diketahui, jumlah angkutan umum lyn wilayah perkotaan ada jenis enam kendaraan yang melayani rute perkotaan. Dengan masing-masing warna sesuai trayeknya. Untuk wilayah pedesaan ada 7 jenis kendaraan dengan masing-masing warna sesuai trayeknya. Ratusan lyn tersebut tersebar di empat titik terminal. Terminal Bunder, Gubernur Suryo, Menganti, dan Gulomantung. (faiz/aam)