Kamis, 30/06/2022 | 02:21 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Tak Terpengaruh Wabah PMK, Peternak di Gresik Justru Kebanjiran Pembeli Menjelang Hari Raya Kurban

gresiksatu.com
Peternak di Kecamatan Kebomas, Gresik mengaku kebanjiran pembeli saat wabah PMK (Foto : Faiz/Gresiksatu.com)

GresikSatu | Tidak semua peternak merugi akibat dampak wabah penyakit mulut kuku (PMK). Misalnya, peternak kandang WK 66 yang berada di Jalan Sunan Prapen II Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik. Dalam kondisi wabah ini, ia justru mengalami kebanjiran pembeli menjelang hari raya kurban.

“Secara pribadi hewan ternak saya naik secara signifikan, bahkan menguntungkan. Dari tahun sebelumnya, biasanya menjual 140 kambing dan 8 sapi. Di Tahun ini ada 160 sampai 200 kambing dan sapi. Diprediksi habis,” ucap pemilik kandang WK 66 Imam Kusumo, Rabu (22/6/2022).

Menurutnya, ada banyak permintaan baik dari Kabupaten Gresik maupun luar Gresik. Saat ini sudah ada permintaan dari Surabaya, Lamongan, dan Tuban. “Semuanya kami antar dan free ongkir meskipun satu ekor. Paling banyak permintaan perusahaan di Gresik,” ujarnya.

Diakui peternak yang sudah lima tahun menggeluti dunia peternakan sapi dan kambing itu, juga merasa khawatir saat ada wabah PMK. Namun dirinya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah setempat. Dengan melakukan tindakan preventif antisipasi wabah PMK.

Imam sendiri rutin melakukan perawatan serta jam kerja bagi para pekerjanya untuk memberi makan hewan. Dimulai pagi, sore dan malam. Semua hewan dalam keadaan sehat berisi. “Kami sudah melakukan tindakan pencegahan dan dibantu dokter hewan dari Pemerintah,” jelasnya.

Di kandang milik Imam hewan kambing dijual dari harga Rp 2 juta sampai 9 juta. Sedangkan hewan sapi mulai harga Rp 22 juta sampai Rp 23 juta. “Kalau sebelum PMK, sapi didatangkan dari Kediri, Bondowoso. Namun, saat ini untuk memenuhi permintaan saya ambil di kandang pedesaan di Gresik,” tambahnya memungkasi.

Diketahui, Pemkab Gresik melarang peternak berjualan di Jalanan. Pemkab hanya mengizinkan penjualan hewan ternak untuk sambut hari raya Idul Adha 1443 H di kandang ternak masing-masing. hal ini dikarenakan wabah penyakit mulut kuku masih mengantui peternak.

Sebelumnya, sebanyak 4 ribu lebih sapi ternakan yang terinfeksi penyakit ini. Wabah ini bahkan sudah menyebar di 14 kecamatan Gresik.  Agar wabah PMK bisa dikendalikan, pemerintah melarang para peternak  tak menjual sapi ternaknya ke luar Gresik. Sebaliknya, warga juga dilarang membeli sapi maupun kambing di luar Gresik. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro mengatakan, data kebutuhan sapi kurban di Gresik tahun kemarin ada sebanyak 3.665 sapi. Data itu kurang lebih sama dengan tahun ini, sehingga dipastikan stok sapi kurban aman.

“Kami pastikan para peternak sapi di Gresik bisa memenuhi kebutuhan sapi kurban. Dari data yang diberikan, ada sebanyak 9.530 sapi milik peternak gresik yang siap untuk dijadikan hewan kurban,” katanya, Senin (20/6/2022). (faiz/aam)

Full Day School