Selasa, 09/08/2022 | 21:27 WIB
Gresik Satu
Olahraga

Telaga Ngipik Gresik, Hasilkan Atlet Ski Air Nasional dan Wisata Surfing

ski air
Salah satu Atlet Nasional Ziyan Keizyah saat menunjukkan keahlian berselancar di Telaga Ngipik, Gresik (Faiz /gresiksatu.com)

GresikSatu I Kabupaten Gresik menjadi satu-satunya daerah yang punya wisata berselancar (Surfing) di Jawa Timur. Bahkan wisata yang berada di Telaga Ngipik Gresik itu, banyak hasilkan atlet ski air meraih juara nasional.

Misalnya, Ziyan Keizyah, pelajar kelas VIII Upt SMPN 1 Gresik ini kerap kali berlatih ski air di Telaga yang dikelilingi pabrik itu. Setiap pulang sekolah, biasanya perempuan berusia 13 tahun itu datang ke Telaga Ngipik berlatih ski air.

Seminggu bisa empat kali berlatih di atas papan wide board yang ditarik tali speedboard. Keizyah menunjukkan aksinya berselancar ditengah ombak, cukup mahir memainkan trik-trik papan selancar. Atlet yang berdomisili di Desa Randuagung itu mengatakan, dirinya bersama atlet lainnya mempunyai jadwal latihan setiap hari Sabtu sore.

“Paling banyak 10 putaran lebih, itu kalau selain hari Sabtu. Karena kalau hari Sabtu ada sekitar 15 atlet juga turut berlatih. Sehingga hanya tiga putaran saja secara bergantian,” ucapnya, Sabtu (25/6/2022).

Terhitung sejak tahun 2018 Keizyah sudah ikut olahraga ski air, banyak prestasi yang diraih. Dimulai tahun 2019 juara 2 nasional ski trik dan juara 1 nasional wideboard, 2020 juara 2 nasional wideboard, 2021 Finalis Kasal Cup Nasional, dan juara 1 Kejurda Provinsi Jatim. Namun sayang, di Tahun 2022 ini tidak bisa ikut Porprov, sebab cabang olahraga ini hanya ada di Gresik.

“Sedih tidak bisa ikut Porprov, bahkan disini banyak atlet Surabaya, Sidoarjo juga latihan di Telaga Ngipik ini. Juga berharap agar Ngipik menjadi tempat wisata untuk shurfing,” katanya .

Sementara pelatih Ski Air Suwadi mengatakan sejak Telaga Ngipik kembali ramai, pihaknya juga turut menjaring bibit bakal calon atlet ski air. Dalam sebulan terakhir, sudah ada enam anak yang ingin ikut gabung.

“Disini ada 15 anak yang latihan setiap sabtu, kalau yang mau masuk biasanya nyoba dulu. Bebas mau usia apa saja, yang terpenting mental dan tekniknya,” ucapnya.

Sementara itu, Manager pengelolaan Cafe Dlagon Kiki mengatakan, dengan adanya tempat wisata air ini. Akan menarik para peminat olahraga air. Karena memanfaatkan danau yang sudah lama tak berfungsi.

“Semoga kami bisa terus memberikan kontribusi untuk menciptakan atlet-atlet muda ski air,” ucapnya. (Faiz/Tov).