Rabu, 26/01/2022 | 11:30 WIB
Gresik Satu

Terkendala Bahasa, Begini Cara Kapten Voli Putri Petrokimia Komunikasi dengan Pemain Asing

Kapten tim voli putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Khalisa Azilia Rahma / foto : istimewa

GresikSatu | Masuknya dua pemain asing, dalam tim voli putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, bakal berdampak positif. Namun, kendala paling besar dialami antar pemaian adalah komunikasi bahasa.

Pasalnya, dua pemain asing yang direkrut Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia ini, berasal dari Negara Rusia dan Cuba. Rata-rata para pemain asal Amerika Latin dan Eropa Timur, dinilai kurang bagus kemampuan bahasa Inggrisnya.

Kendati demikian, Kapten tim voli putri Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia Khalisa Azilia Rahma punya cara sendiri. Salah satunya menggunakan aplikasi google translate. Jika tidak, Khalisa dan para pemain lokal lainnya terpaksa menggunakan bahasa tubuh.

“Kami biasanya pakai aplaikasi terjemah, kalau sudah terpaksa tak jarang kami pakai bahasa isyarat. Kadang geli sendiri kalau mengingatnya,” katanya, Sabtu (1/1/2022).

Baca Juga : Sambut Proliga 2022, Gresik Petrokimia Diperkuat Dua Pemain Asing

Meski mengalami kedala bahasa, pemain berpostur 179 sentimeter yakin, hal itu bisa teratasi dengan mudah. Kendala bahasa tak akan membuat antar pemian pecah. Justru, dia punya tantangan agar semua timnya semakin solid.

“Satu kelebihan kami karena tinggal dalam satu mess, jadi setiap hari sudah terbiasa berkumpul dan melakukan aktivitas bersama. Mulai makan, tidur dan berlatih,” bebernya.

“Jadi saya pikir tidak ada kendala untuk chemistry antar pemain,” tambahnya.

Menurut Khalisa, jika menjelang digulirnya Proliga, setimen antar tim justru lebih akrab. Mereka seperti tahu bahwa untuk menjadi tim yang solid harus didasari rasa kebersamaan yang tinggi.

“Saya merasa kami semakin solid sebelum berangkat menuju ke Proliga,” pungkasnya. **

Tinggalkan Komentar