Jumat, 27/05/2022 | 00:04 WIB
Gresik Satu

Terseret Ombak, Nelayan Bawean Tewas Saat Mencari Ikan

Miswi, nelayan Bawean ditemukan meninggal dunia pada Senin (3/1/2022) dinihari / foto : Polsek Sangkapura

GresikSatu | Kisah pilu dialami Miswi warga Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Gresik, Pulau Bawean. Nelayan berusia 50 tahun itu ditemukan tewas saat mencari ikan.

Kabarnya, ia terseret ombak saat kondisi cuaca laut sedang buruk. Beberapa saksi melihat korban sempat berteriak minta tolong, namun nahas, tubuh kecilnya tidak bisa melawan besarnya gulungan ombak.

Hingga akhirnya, Miswi ditemukan meninggal dunia pada Senin (3/1/2022) dinihari. Nelayan yang tak sengaja melintas, akhirnya melaporkan kejadian itu ke petugas. Selanjutnya, jenazah korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke puskesmas setempat.

Kapolsek Sangkapura AKP Moch Suja’i mengatakan, korban meninggal dunia ketika mencari ikan di Perairan Batuelong di Pulau Bawean, Gresik. Korban meninggal dunia usai terseret arus laut, bersamaan dengan cuaca buruk yang terjadi di perairan tersebut.

“Terseret arus laut, saat cuaca sedang buruk,” ujar Suja’i, saat dikonfirmasi, Selasa (4/1/2022).

Baca Juga : Bupati Heran Ada Anggaran Miliaran untuk Pensiuanan Mantan Pejabat PDAM

Peristiwa pilu tersebut bermula, ketika korban berangkat mencari ikan dari rumah Senin dini hari WIB sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban tengah memasang jaring ikan, namun beberapa saat kemudian terjadi cuaca buruk yang melanda dan membuat arus laut tiba-tiba berubah drastis.

Selang beberapa saat kemudian, korban terdengar oleh warga setempat sempat meminta pertolongan. Namun nahas, upaya yang coba dilakukan oleh warga tidak mampu menolong nyawa korban usai terseret arus laut.

“Korban sempat teriak minta tolong. Tapi besarnya gelombang laut saat kejadian, membuat warga yang ingin menolong tidak bisa berbuat banyak,” kata Suja’i.

Baca Juga : Vaksinasi Terpenuhi, Khofifah Pantau PTM 100 Persen di Gresik

Setelah ditunggu beberapa saat dan gelombang laut mulai berangsur membaik, warga kemudian melakukan evakuasi korban ke daratan dalam posisi sudah tidak lagi bernyawa pasca tenggelam terseret arus laut.

Sebagian warga, kemudian mengabarkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Memang akhir-akhir ini cuaca buruk sering melanda perairan di Pulau Bawean. Kemarin juga sudah dilakukan visum, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tutur Suja’i. **

Tinggalkan Komentar