Sabtu, 13/08/2022 | 04:10 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Pemerintahan

Tidak Mau Kecolongan, Kadishub Gresik : Wajib Minta Karcis Setelah Bayar Parkir

Gresiksatu.com
Kadishub Gresik Tarso Sagito saat menggelar operasi parkir tepi jalan. (Foto : Aam/Gresiksatu.com)

GresikSatu | Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik, terus melototi kinerja para juru pakir (Jukir) di beberapa wilayah tepi jalan. Petugas bersegaram biru itu, bahkan mengancam akan memutus kontrak kerja, jika mendapati para Jukir yang ketahuan curang.

“Kami mengimbau agar seluruh pengguna parkir, setelah membayar parkir di wilayah Pemkab, wajib meminta karcis. Kalau pihak Jukir tidak memberikan, berarti dia curang,” kata Kadishub Tarso Sagito, pada Rabu (6/7/2022).

Tarso bahkan miminta, agar pengguna parkir saat menemukan kecurangan itu, segera melapor ke Kantor Dishub. Ia berjanji akan memeberikan sanksi kepada para Jukir. Sanksi terberatnya, Tarso akan menyopot para jukir mokong yang tidak taat aturan.

Untuk melihat kinerja para jukir di lapangan, Tarso beserta tim dan anak buahnya, menggelar opearasi di lapangan. Di sana, Kadishub menyisir beberapa ruas jalan yang menjadi lokasi tempat parkir tepi jalan. Seperti di Jalan Samanhudi, maupun Pasar Baru Gresik.

“Sasaran operasi ini adalah, parkir tidak pada tempatnya, parkir liar, dan para jukir mokong. Tadi beberapa lokasi kami menemukan parkir tidak pada tempatnya, ban motornya kita kempesi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Tarso juga turut memantau progarm parkir non tunai. Selama ini, kondisi di lapangan diakui masih banyak warga yang enggan menggunakan pembayaran non tunai. Kendati demikian, para Jukir di lapangan, diimbau agar tetap menyarankan para pengguna parkir, bayar pakai aplikasi.

“Selama ini bayar aplikasi masih aman-aman saja. Namun ada beberapa aplikasi yang tidak bisa dibuat bayar. Seperti Shopeepay, e-Bangking, baik BCA maunpun Mandiri,” jelasnya.

Kedepan, pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan sistem yang diketahui masih dalam kendala. Untuk pengguna yang biasa memakai pembayaran di atas, dianjurkan agar memakai aplikasi yang tersedia. Seperti, Dana, Link Aja, Gopay dll.

Sementara itu, Titis Budi Rahman (45) Jukir di Pasar Gresik mengaku sudah sering menganjurkan pengguna parkir, membayar pakai non tunai. Cuman kendala di lapangan yang sering ditemui, mereka tidak punya aplikasi, atau punya aplikasi tapi saldonya kosong.

“Mengantisipasi seperti itu, biasanya kami tetap menerima pembayaran tunai. Cuman setelah itu, baru saya yang beli saldo, untuk melanjutkan pembayaran non tunai,” jelas pria yang puluhan tahun jadi Jukir. (aam)