Selasa, 04/10/2022 | 14:15 WIB
Gresik Satu
Sang Desa

Tim Cak Duki Nilai, Tagline ‘Wegah Ganti Kades’ Menandakan Demokrasi Mandek

Ketua tim relawan pemenangan Cak Duki FS Herlambang / foto : istimewa

GresikSatu | Turbulensi politik di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas Gresik mulai memanas menjelang Pilkades 26 Maret mendatang. Hal ini dipengaruhi beredarnya sapanduk ‘Wegah Ganti Kades’ di sejumlah fasum.

Ketua tim relawan pemenangan Cak Duki FS Herlambang menilai, tagline spanduk itu sangat provokatif. Ditambah, isi tulisan spanduk berupa ajakan tak mau ganti kades, menandakan demokrasi tidak berjalan mulus.

“Spanduk kami datar-datar saja dan menurut kami edukatif. Terutama imbauan no money politik adalah edukasi agar pilihan pilkdes bersih bisa jadi contoh desa lain kedepan. Tidak ada satupun yang provokatif. Justru pihak lawan dengan tagline spanduknya diksinya provokatif sekali,” katanya, Sabtu (19/2/2022).

Tagline yang dibawa dari Tim Cak Duki, memiliki filosofi dan tujuan pasti. Misalnya,  dengan tagline Urip Iku Urup, Ayo Mbangun Bareng, menjelaskan ajakan bersama untuk membangun desa.

Tagline itu semakin menegaskan, jika nantinya Cak Duki terpilih, menurut Herlmbang, kerja-kerja desa akan dilakukan secara bersama bukan kepentingan kelompok.

Baca Juga : Ini Profil Masduki, Jurnalis Senior Gresik yang Menjadi Cakades Sekarkurung

“Tagline kami tidak ada yang provokatif. Coba bandingkan dengan tagline mereka ‘#2022 Wegah Ganti Kades. Sing Iki Wis Nggenah’ sangat provokatif sekali diksinya,” tegasnga.

“Kami menilai tagline seperti itu jauh dari sifat demokratis, padahal pilkades pilihan masyarakat langsung. Tagline seperti itu seolah-olah pilkades ini tidak ada,” tambahnya.

Pihak dari Tim Cak Duki sebenarnya sudah melakukan investigasi terkait, siapa dibalik pemasangan spanduk provikatif itu. Agar tak terulang lagi, pihaknya akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

“Hasilnya inisiator alias provokator spanduk itu tidak memiliki hak pilih. Dan yang bertanda tangan juga kebanyakan tidak memiliki hak pilih, meski mereka bermukim di perum Green Hill,” paparnya.

Baca Juga : Tidurkan Sang Anak Tapi Lupa Matikan Kompor, Rumah di Kebomas Hangus Terbakar

Ketua RW 4 Green Hill Syafiul Huda mengatakan, pemasangan baliho ini tidak ada izin dari pihak RW setempat. Huda yang juga panitia Pilkades pun mendapatkan teguran tentang baliho petisi dukungan salah satu calon kades itu.

“Saya turunkan untuk menjaga kondusivitas warga. Sudah diputuskan sampai nanti malam. Besok tidak ada,” pungkasnya. **