Jumat, 27/05/2022 | 01:53 WIB
Gresik Satu

Tingkatkan Pengelolaan Sampah di Gresik, Petrokimia Beri Bantuan Kontainer Sampah

Bantuan diserahkan oleh Pgs SVP Teknologi Petrokimia Gresik, Bambang Ariwibowo mewakili Direksi kepada Kepala DLH Gresik, Mokh Najikh / foto : Humas Petrokimia

GresikSatu | Dari laporan Bank Dunia April 2021, total 8 juta ton per-tahun, sampah plastik yang dihasilkan penduduk Indonesia. Data tersebut hanya 3 juta ton yang terkelola. 5 juta ton lainnya berada dilingkungan sekitar.

Parahnya, sebesar 2,6 juta ton berada di lautan yang berasal dari sampah plastik buangan dari sungai. Banyaknya sampah yang tidak dikelola dengan baik, berdampak pada kerusakan lingkungan. Di Gresik saja, tercatat  rata-rata per harinya ada 150 hingga 160 ton yang masuk ke TPA Ngipik.

Tentu saja persoalan pengelolaan sampah  tidak bisa diatasi oleh pemerintahan sendiri. Butuh sentuhan tangan dari perusahaan maupun stakeholder yang peduli terhadap lingkungan. Hal itu lah, seperti yang dilakukan PT Petrokimia Gresik.

Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia itu, memberikan bantuan kontainer sampah kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik. Bantuan ini, diharapkan, sampah bisa terkelola dengan baik, terutama di Gresik yang merupakan home base bagi Petrokimia.

Baca Juga : Mbois! Ini Tampilan Baru Kampung Pecinan Gresik

Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono menyampaikan, bantuan ini merupakan wujud kolaborasi antara perusahaan dengan DLH Gresik. Tujuannya, meningkatkan pengelolaan sampah yang selalu menjadi isu bagi masyarakat perkotaan.

“Semakin padat masyarakat kota, maka sampah yang ditimbulkan juga semakin banyak,” katanya Rabu (19/1/2022).

Tambahan kontainer ini, lanjut Yusuf, diharapkan dapat meningkatkan peranan aktif Petrokimia Gresik, dalam pengelolaan dan penataan limbah padat non-B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) di wilayah Gresik.

“Dimana unit kontainer tersebut dapat menampung hingga 6 m3 atau meter kubik sampah dalam satu kali pengakutan,” paparnya.

“Adapun limbah non-B3 yang dimaksud antara lain sampah rumah tangga, potongan pohon, sampah daun, sampah organik maupun plastik,” tambahnya.

Baca Juga : Luncurkan Produk Baru, PT Gosari Mulai Ekspansi Luar Jawa

Upaya ini, disebut Yusuf, merupakan komitemen karena Petrokimia Gresik telah meraih Propernas Emas penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Hal ini disebut, bisa menjadi motivasi bagi perusahaan, serta karyawan untuk meningkatkan standarisasi program di bidang lingkungan.

Sementara itu, Kepala DLH Gresik Najikh mengapresiasi, kepedulian dan peran aktif Petrokimia Gresik dalam penataan sampah di wilayah Gresik. Bantuan ini memudahkan pengangkutan sampah serta pengelolaannya.

Dengan demikian, dapat mengurangi permasalahan dalam pengelolaan sampah.

“Semoga Petrokimia Gresik bersama DLH dapat terus berkolaborasi sehingga kerja sama ini dapat mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Gresik dengan baik,” pungkasnya. **

Tinggalkan Komentar