GresikSatu, Tuban | Dua hari ini, tepatnya Kamis dan Jumat (19-20/12/2024), Kabupaten Tuban dilanda gempa yang lokasinya tepat berada di wilayah utara yang titiknya tak jauh dari kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban turut Kecamatan Jenu.
Pada Kamis, gempa terjadi sekira pukul 10.17 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,3 yang lokasinya berada di 12 KM barat laut Tuban.
Lalu, gempa bumi susulan terjadi pada Jumat pagi. Tepatnya pukul 06.16 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,1. Lokasi episenter gempabumi terletak pada koordinat 6.80° LS; 111.98° BT, tepatnya di darat pada jarak 11 KM arah Barat Laut Tuban dengan kedalaman 12 Km.
Dari informasi yang dihimpun, beberapa warga dari kecamatan di Kabupaten Tuban juga merasakan.
“Yang Kamis, getaran gempa terasa seperti ada truk lewat. Yang Jumat pagi ini tadi juga cukup kerasa,” ujar Arifin warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu Jumat, (20/12/2024)
Sementara itu, Kepala kantor BMKG Tuban Zem Padama Irianto mengatakan, jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar RMKS (Rembang – Madura – Kangean – Sakala).
“Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Tuban II MMI. Getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” ujarnya dikonfirmasi Gresiksatu.com
Hingga kini, lanjut pria akrab disapa Zem itu, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa tektonik tersebut.
Zem mengungkapkan, hingga kini pihaknya memonitoring apakah nantinya ada gempa susulan atau tidak.
“Hingga hari Jumat, 20 Desember 2024 pukul 06.38 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada aktivitas gempabumi susulan atau aftershock,” ungkapnya
Meski demikian, Zem menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh terhadap isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ia juga mehimbau supaya masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat dari gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali kedalam rumah,” tandasnya