Minggu, 25/09/2022 | 18:37 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Upacara HUT RI ke-77, Warga Suci Gresik Kibarkan Bendera 100 Meter di Bukit Kapur 

Gresiksatu.com
Suasana upacara pengibaran bendera 100 meter di bukit kapur Desa Suci diikuti puluhan pemuda dan warga setempat (Foto : Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Peringatan upacara HUT Kemerdekaan RI ke-77 digelar di beberapa kecamatan dan desa di Kabupaten Gresik. Mislanya di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Suci (FKWS) beserta organisasi kepemudaan setempat, gelar upacara pengibaran bendera merah putih sepanjang 100 meter. 

Pengibaran bendera itu dilakukan di wilayah sekitar bukit kapur Suci atau Bumi Perkemahan Lembah Kidang Kuning. Para peserta masyarakat, organisasi pencak silat, beserta karang taruna pemuda dan pemuda NU dan Muhammadiyah antusias mengikuti upacara kemerdekaan Indonesia ini. 

Meriam bambu diledakkkan, bendera panjang 100 meter pun dikibarkan. Para peserta semangat menyanyikan lagu Indonesia Raya di sela-sela upacara. 

Ketua Panitia upacara Bayu Pratama Arianto mengatakan, upacara di kawasan bukit kapur Suci ini sudah ketiga kalinya sejak tahun 2020. Tahun pertama pengibaran bendera di atas bukit, kedua bendera besar di tebing bukit, dan sekarang bendera panjang 100 meter. 

“Para pemuda dari organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, pokdarwis serta tokoh masyarakat di Desa Suci kompak selalu gelar upacara tahunan disini,” ucapnya, Rabu (17/8/2022).

Menurutnya, bendera dengan panjang 100 meter hasil mandiri dari para pemuda warga Desa Suci. Para panitia menjahit sendiri bendera 100 meter itu. “Gotong royong Jahit sendiri selama kurun waktu seminggu. Pada upacara kali ini ada yang baru. Upacara diselingi mercon bumbung alias meriam bambu,” ujarnya. 

Warga Desa Suci Khoirul Huda berterima kasih dan mengapresiasi, kegiatan upacara yang diinisiasi oleh kalangan pemuda desa. Anggota DPRD Gresik Fraksi PPP itu menyebut, kegiatan ini sebagai gerakan nasionalisme kepada pemuda dan masyarakat Desa Suci. 

“Terima kasih teman-teman pemuda Desa Suci, bisa kompak, gotong royong melakukan kreatifitas upacara ini. Kegiatan ini juga untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, di tengah diterpa gerakan radikal,” ucapnya. 

Inspektur upacara Muhammad Fadlul menegaskan, perjuangan kemerdekaan Indonesia ke 77 ini belum selesai. Di usia yang sudah tujuh dasawarsa. Sebagai generasi penerus, pihaknya mengajak para pemuda dan warga Desa Suci. Menjaga warisan dan meneruskan perjuangan. “Semangat HUT untuk terus berjuang dan didasari Indonesia merdeka yang sebenarnya,” katanya saat memimpin upacara. 

Untuk itu, para pemuda dan masyarakat bermujahadah dari latar belakang masing-masing profesi. Baik itu pelajar, ASN, karyawan, guru, dan sebagai pejabat pemerintah benar memberikan keadilan dan kesejahteraan tanpa mengenal kelas.

“Kami sengaja melakukan upacara di bukit Suci ini untuk menjaga alam dan aset desa. Tanah ini bukan tanah yang gersang dan mati. Tapi tanah ini hidup, ada kegiatan dan bisa dimanfaatkan serta tanah yang menjadi sumber ekonomi masyarakat Suci,” paparnya. 

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka,” tambahnya mengutip Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno. 

Di pengujung upacara pihaknya memimpin Ikrar amanat rakyat Indonesia. Membacakan sumpah rakyat Indonesia yang ditiru para peserta upacara. Beserta lagu kemerdekaan dan darah juang. (faiz/aam)