Selasa, 04/10/2022 | 13:28 WIB
Gresik Satu
Ekonomi

Wabup Lepas Ekspor Hasil Produk UMKM Gresik ke Jepang dan Malaysia

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah didampingi Bea Cukai Gresik saat melepas hasil produk UMKM untuk di ekspor ke Jepang dan Malaysia, Selasa (12/4/2022)./ (Foto: TBK/GresikSatu.com)

GresikSatu I Dengan semangat UMKM Gresik berani ekspor, Pemerintah Kabupaten Gresik dan Bea Cukai Gresik melakukan pelepasan ekspor barang hasil produksi UMKM Gresik dengan tujuan negara Jepang dan Malaysia, Selasa (12/4/2022).

Ekspor yang ke-22 hasil produksi UMKM Kabupaten Gresik kali ini adalah produk kerajinan rotan dari Koperasi Kriya Giri Sejahtera asal Desa Domas, Kecamatan Menganti dan produk frozen food asal Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo.

Kegiatan ekspor ini, menurut Wabup Aminatun Habibah, sejatinya merupakan hasil kerja sama dari berbagai pihak, serta sebuah bentuk motivasi untuk pelaku UMKM yang lain, disamping juga sebagai momentum penting dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi Kabupaten Gresik pasca pandemi Covid-19.

“Kabupaten Gresik sudah mengekspor beberapa komoditas UMKM, dan ini tentunya merupakan suatu motivasi tersendiri kepada pelaku UMKM Kabupaten Gresik yang lainnya untuk memberikan kualitas yang terbaik, sehingga hasil dari UMKM mereka nanti bisa di ekspor ke negara lain,” ujar Bu Min sapaan akrab Wabup.

Baca Juga : Ciptakan Aman dan Nyaman saat Ramadhan, Polisi Gresik Razia Petasan

Bu Min mengajak semua elemen untuk bisa memberikan dorongan kepada pelaku UMKM Gresik baik berupa pembinaan maupun permodalan, sehingga akan muncul UMKM-UMKM andalan Gresik yang hasil produksinya berkualitas dan go internasional.

“Kita tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian kita saat ini, tetapi kita harus selalu meningkatkan kualitas produksi yang ada di Kabupaten Gresik sehingga bisa mencapai kelas dunia,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Desa Domas direncanakan akan menjadi Desa Devisa lewat kerajinan hasil rotannya.

“Dengan menjadi Desa Devisa, tentunya akan banyak manfaat dan kemudahan yang akan didapat pelaku UMKM kerajinan rotan Desa Domas dalam berproduksi dan menjaga kualitas produknya,” kata Bu Min.

Eko Rudi Hartono, kepala seksi kepabeanan dan cukai V Gresik, yang hadir dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa kerajinan rotan asal Desa Domas ini nantinya akan dibeli dan sekaligus juga merupakan barang sample sebagai gerbang awal pembelian yang lebih besar dari Jepang.

“Rencananya nanti di bulan Mei, akan ada perwakilan dari Jepang untuk berkunjung di Koperasi Kriya Giri Sejahtera. Tujuannya adalah untuk melakukan quality control dalam rangka pemenuhan kualitas yang diinginkan pasar Jepang,” jelas Eko Rudi.

Sama halnya dengan produk kerajinan rotan, produk frozen food yang dikirim hari ini merupakan produk awal untuk transaksi yang lebih besar di pengiriman berikutnya. Dari 40 ragam frozen food yang diproduksi, pembeli dari Malaysia menaruh minat pada 17 produk.

“Untuk Malaysia ini rencananya nanti di akhir April akan datang dalam rangka negoisasi untuk transaksi yang potensinya senilai 9 Milyar dengan volume barang sebanyak 1 kontainer ukuran 20 feet,” ungkapnya.**