Jumat, 27/05/2022 | 00:43 WIB
Gresik Satu

Wabup – Sekda Gresik Terima Kunjungan Sekretaris Dirjen Cipta Karya Terkait DAK 2022

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah (dua dari kiri) bersama Sekda Gresik menerima kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya, Riono Suprapto beserta rombongan, Senin (21/3/2022)./ Foto: Tbk

GresikSatu I Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menerima kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya, Riono Suprapto beserta rombongan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi sekaligus kunjungan atau survey ke lokasi pilot project Dana Alokasi Khusus (DAK) Integrasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik di Desa Randuboto, Kecamatan Sedayu, Senin (21/3/2022).

Selain Wabup, hadir juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Asisten II Sekda Gresik Gunawan Setiaji, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Gresik Ida Lailatussa’diyah. Disamping itu, kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan dari ATR/BPN Gresik dan Kepala Desa Randuboto.

Sebagai informasi, DAK Integrasi dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap visi, rencana, dan peta jalan pemerintah daerah dalam mengentaskan permukiman kumuh.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengungkapkan bahwa dengan adanya revitalisasi yang dibantu Kementrian PUPR tahun ini akan menjadi nilai lebih bagi kawasan tersebut. Sehingga kawasan yang awalnya kumuh bisa berubah menjadi lebih baik, enak dipandang dan lebih sehat untuk masyarakat.

“Dengan bantuan ini, akan menambah perbaikan-perbaikan yang ada di Kabupaten Gresik sehingga masyarakat semakin nyaman dan juga bisa berproduksi untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Gresik,” ungkap Wabup yang akrab di sapa Bu Min itu.

Baca Juga: Wakil Bupati Gresik Hadiri Harlah NU ke-96 MWC NU Bungah

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman memberikan paparan terkait DAK Integrasi. Dijelaskan bahwa luas kawasan yang ditangani seluas 3,77 Ha, yang terletak di tepi Sungai Bengawan Solo. Dengan konsep penanganan peremajaan, maka lewat DAK Integrasi ini bisa mengubah wilayah yang sebelumnya kumuh menjadi lebih baik dan sehat bagi warga.

Adapun permasalahan utama yang dihadapi di kawasan ini antara lain kondisi bangunan hunian yang tidak layak, kondisi jalam lingkungan yang rusak, ketidaktersediaan drainase, pengelolaan sampah yang belum memenuhi standar teknis, belum tercukupinya kebutuhan air minum, dan tidak tersedianya sarpras proteksi kebakaran.

“Diharapkan pada tahun 2022 ini semua permasalahan tersebut biasa selesai diatasi secara sempurna,” ujar Washil.

Ditambahkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya, Riono Suprapto, bahwa DAK Integrasi konsep utamanya memang mengenai penanganan kawasan kumuh, tetapi diharapkan ada dampak lainnya seperti pengembangan pariwisata, kepemilikan rumah warga yang layak, dan termasuk juga pengembangan usaha masyarakat.

“Kami berharap lewat program ini bisa menurunkan secara signifikan kawasan-kawasan kumuh,” pungkasnya.**