Selasa, 04/10/2022 | 08:18 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Warga Gosari Gresik Temukan Situs Purbakala Diduga Era Majapahit 

Gresiksatu.com
Penemuan batu dan struktur bata yany diduga era Majapahit di Area wisata Gosari Ujungpangkah, Gresik (Foto :Faiz /Gresiksatu.com)

GresikSatu | Warga Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik geger atas penemuan situs purbakala di kawasan Wisata Alam Gosari (Wagos). Penemuan situs bersejarah yang berada di lahan desa setempat itu, meliputi batu dan struktur pahatan batu bata yang tertata rapi.

Warga menduga situs benda tersebut peninggalan era Majapahit. Karena di dekat lokasi juga sudah ditemukan cagar budaya bekas pabrik gerabah era Kerajaan Majapahit. 

Pengelola Wagos Misbahud Dawam mengaku terkejut saat ada penemuan situs benda bersejarah. Berawal saat dirinya bersama tim pengelola Wagos sedang melihat progres lahan yang akan dibuat tempat parkir di wisata tersebut.

“Setelah area lahan tersebut diratakan dengan alat bego, ternyata ada bekas batu dan tumpukan batu bata warna merah. Disinyalir ini batu zaman dahulu,” ucapnya, Rabu (21/9/2022). 

Menurut dia, penemuan situs itu sekira pukul 09.00 WIB, Selasa (20/9/2022) kemarin. Tim pengelola wisata melakukan penggalian sementara sekitar 30 cm. Karena nanti akan dikoordinasikan kepada bagian kebudayaan cagar budaya Disparekrafbudpora penggalian tidak diteruskan. 

“Pihak cagar budaya Gresik menyuruh untuk steril. Tidak boleh diteruskan. Untuk antisipasi ada data hilang. Nantinya akan ada penggalian data dan penilitian oleh tim cagar budaya Gresik,” jelasnya.

Kini, di lokasi penemuan juga sudah diberikan garis police line. Hal tersebut agar benar-benar steril. Agar tidak terjamaah tangan jahil manusia. “Kami juga koordinasi dengan pihak Polsek setempat untuk mengamanakan. Agar keberdaan benda bisa diamankan,” 

Dawam menyakini batu bata yang ditemukan ini ada keterkaitan dengan pabrik tembikar, atau gerabah yang tak jauh dari tempat penemuan situs tersebut. 

“Mirip  batu era Majapahit yang ada di Mojokerto dan Jombang,” tambahnya. 

Sementara itu, Kabid Kebudyaaan Mudi Rahayu masih belum menerima laporan tentang penemuan situs benda diduga cagar budaya (DCB). Pihaknya sementara ini, akan melakukan koordinasi dengan pihak pengelola Wagos, untuk ditindaklanjuti.

“Laporkan saja ke Dinas, nanti kita tindak lanjuti. Dengan melakukan penelitian dan penggalian data Pubakala ke lokasi,” katanya. 

Kendati demikian, jika nanti dilakukan ekskavasi lanjut Yayuk sapaan akrabnya. Juga harus mempertimbangkan anggaran yang ada. “Nanti kita cek ke lokasi penemuan dan juga melihat anggaran untuk ekskavasi,” ujarnya. 

Terpisah, Pegiat Sejarah dan Kebudayaan Gresik Kris Adji AW mengatakan penemuan situs benda purbakala itu ada di sisi utara jalan Desa Wagos. Sedangkan sisi selatan sudah ditemukan situs tungku pabrik gerabah atau tembikar era Majapahit. Dengan alat teknologi tinggi yang memilik suhu 800 sampai 1000 derajat. 

“Dengan demikian hal ini selaras dengan penelitian dari Arkeolog Nasional (Arkenas) pada tahun 2006. Bahwa tembikar dan pecahan gerabah yang menyebar di Wilayah Asia tenggara ini, merupakan buatan dari Gosari era  Majapahit. Bukan buatan Cina,” ucapnya. 

Tentu, lanjut dia situs purbakala baru yang ditemukan ini ada kaitan dengan tungku tersebut. Namun, hal itu harus dilakukan penelitian tentang fungsi situs benda yang baru ditemukan. (faiz/aam)