Sabtu, 26/11/2022 | 19:25 WIB
Gresik Satu
Berita Gres

Warga Ujungpangkah Gresik Jadi Korban Tewas Dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Gresiksatu.com
Foto korban semasa hidup. (istimewa)

GresikSatu | Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang menyisahkan luka bagi keluarga Sukardi warga Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Pasalnya, anak kesayangannya Hadiyatus Tsaniah yang kebetulah berada di Stadion Malang menjadi korban tewas dalam peritiwa tadi malam.

Hadiyatus Tsaniah merupakan warga Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik. Dia meninggal bersama 127 korban kerusuhan lainnya. Perempuan berusia 24 tahun itu lulusan sarjana di Universitas Islam Malang (Unisma) dengan program studi pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah.

Aktivitas Hadiyatus Tsaniah setelah lulus sarjana di Malang ternyata menjadi guru les privat. Ia merupakan dua bersuadara dari anak seorang guru di Madrasah Aliyah Al-Fattah Ujungpangkah.

Perangkat Desa Banyuurip Muhammad Khizam datang ke kediaman rumah duka. Pihak keluarga tidak ada yang mengetahui kronologi meninggalnya korban.

“Tahunya baru jenazah pulang dulu saudaranya di Lawang. Jenazahnya sudah disucikan sampai Gresik tadi pukul 7.30,” kata Khizam dihubungi melalui sambungan seluler, Minggu (2/10/2022).

Perangkat desa sudah menyiapkan mobil ambulans. Saat ini jenazah sudah dimakamkan di pemakaman Desa Pangkah Kulon karena banyak keluarganya di sana.

Sementara itu, kompetisi Liga 1 resmi dihentikan selama sepekan, buntut tragedi kerusuhan suporter di stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) saat laga antara Arema FC kontra Persebaya pada pekan ke-11 Liga 1 2022/2023.

Dikutip dari laman resmi PT LIB, akibat tragedi Kanjuruhan tersebut, dimana PT LIB sebagai operator kompetisi Liga 1 2022/2023, PT Liga Indonesia Baru (LIB) langsung mengeluarkan bersikap.

“Kami prihatin dan sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Kami ikut berdukacita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” sebut Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, Minggu dini hari (2/10/2022).

Lebih lanjut, Akhmad Hadian Lukita juga menegaskan bahwa pihaknya memutuskan bahwa kompetisi Liga 1 2022/2023 dihentikan selama sepekan.

“Keputusan tersebut kami umumkan setelah kami mendapatkan arahan dari Ketua Umum PSSI. Ini kami lakukan untuk menghormati semuanya dan sambil menunggu proses investigasi dari PSSI,” jelasnya. (faiz/aam)

Baznas Gresik