Minggu, 29/05/2022 | 05:16 WIB
Gresik Satu

Warkop Haji Anto Titik Balik Mewujudkan Hajat Politik para Politisi

Warung Kopi Haji Anto yang melegenda di Kota Kendari Sulawesi Tenggara / foto : GresikSatu

GresikSatu | Mau jadi Presiden, Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati, anggota DPR minum kopi Haji Anto. Kalimat itu terpampang besar di baliho Warkop Haji Anto 1.

Warung kopi legendaris di Kendari, Sulawesi Tenggara, tepatnya di Jalan Saranani 38, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.

Juga terpampang foto-foto ukuran besar di dinding yang berhadapan dengan pintu masuk. Ada foto Joko Widodo, presiden saat ini. Ada Nur Alam, Gubernur Sultra saat peresmian warkop di 2007 lalu.

Tak hanya itu. Ada banyak foto tokoh-tokoh lokal maupun nasional. Hanya frame itu lebih didominasi politisi.

Foto-foto para pejabat dan politisi, dari Gubernur hingga Presiden Jokowi dipajang di dinding warung Haji Anto / foto : GresikSatu

Entah kebetulan atau sekadar sugesti, yang pasti memang warung yang didirikan H Ismail Salam itu dikenal cangkrukan para politisi.

Tidak hanya politisi lokal. Namun, para politisi nasional yang berkesempatan kunjungan ke Kendari, menyempatkan mampir. Karena memang sopir taksi online maupun offline selalu promosi warkop tersebut.

“Katanya kalau mau jadi politisi sukses, ngopi di Warkop Haji Santo. Kopinya enak juga,” ujar Gede (45) sopir taksi online yang kerap mangkal di Plaza Inn Hotel.

Soal rasa dibandingkan dengan warkop-warkop di Gresik tidak kalah. Semisal dengan Warkop Cakri, Warkop Makju Ngawen atau lainya.

Hanya harganya yang sedikit menguras kantong. Tiga kali lipat dibandingkan harga secangkir kopi di Gresik. Di Warkop Cakri Rp 4.000 percangkir. Makju Ngawen hanya Rp3.500.

“Lumayan harganya. Ini rombongan PWI Gresik dengan 21 orang, total habis Rp600 ribu. Tapi masih standar karena menunya enak,” ungkap Firmansyah, wartawan yang juga bendahara panitia HPN 2022 PWI Gresik.

Lepas dari mitos, yang patut ditiru dari H Ismail Salam jiwa wirausahanya. Dari awal merintis warkop, 2007 sampai saat ini sudah ada tujuh gerai.

H Ismail Salam kepada salah satu media online nasional, bercerita latarbelakang pendirian warkopnya. Selian merintis usaha, dia memiliki kegemaran dan kecintaan atas pahitnya kopi.

“Saya memang pencinta berat kopi dan saya terlahir seoarang pengusaha. Dulu sering jualan di Pasar Central Kota Lama,” akunya saat itu.

Jurnalis PWI Gresik saat berkesempatan ngopi bersama di warung Haji Anto di Kendari / Foto : GresikSatu

Dijelaskan, penamaan warung kopi ini terinspirasi dari penamaan tokoh pengusaha populer seperti H Kalla dan H La Tunrung. Karenanya, penamaan H pun ia sematkan pada warungnya dengan penyebutan H Anto, sebab Anto merupakan nama panggilannya.

“Kata Haji itukan halal, maupun higenis dan bersih dan saya sudah haji, kenapa tidak saya sematkan kata haji terlebih branded ini tadi pun melejit,” ungkapnya.

Haji Ismail Salam tak terlalu menyoalkan kondisi saat ini banyak menjamur warung kopi dengan nuansa lebih kekinian dan cita rasa yang berbeda-beda.

Sebab, kata dia, sajian kopi Warkop Haji Anto menawarkan cita rasa kopi original yang tak mudah ditemukan di tempat lain di Kota Kendari.

“Yang membanggakan saya, Pak Jokowi pernah mampir ke Warkop H Anto saat kunjungan ke Kendari,” akunya kepada media ini. **