Minggu, 25/09/2022 | 19:10 WIB
Gresik Satu
Berita Gres Uncategorized

Gunung Semeru Meletus, Malang dan Lumajang Diguyur Hujan Abu Vulkanik

Gunung Semeru mengeluarkan abu vulkanik, Sabtu (4/12/2021)./ Foto: Istimewa
Gunung Semeru mengeluarkan abu vulkanik, Sabtu (4/12/2021)./ Foto: Istimewa

GresikSatu I Gunung Semeru meletus mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang mengalami hujan abu vulkanik, Sabtu (4/12/2021).

Beberapa wilayah yang mengalami hujan yang disertai abu vulkanik, antara lain adalah Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, sebagian Kecamatan Wajak dan Kecamatan Bantur.

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang ada beberapa wilayah di Kabupaten Malang terguyur hujan abu vulkanik letusan Gunung Semeru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, berdasarkan laporan untuk sementara ada sejumlah wilayah yang mengalami hujan abu akibat meletusnya Gunung Semeru.

Untuk wilayah terdampak langsung tidak ada, namun hujan abu dilaporkan terjadi di beberapa wilayah yang ada di Malang.

“Sejauh ini kondisi aman di Kabupaten Malang. Untuk wilayah yang terdampak langsung belum ada laporan, tapi hanya diguyur hujan abu vulkanik di beberapa wilayah,” katanya.

Anggota BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya segera menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, pendataan, evakuasi dan tindakan lainnya yang dianggap perlu dalam penanganan darurat.

BPBD juga mendirikan titik pengungsian sektoral di Lapangan Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melaporkan, guguran awan panas Semeru tercatat terjadi mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

“Kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter,” kata Muhari.

Sementara pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas secara jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang.

Dari laporan Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya menyimpulkan pergerakan arah dan kecepatan angin dari permukaan (5.000 kaki), pada ketinggian 10 ribu kaki, 14 ribu kaki, 18 ribu kaki dan 24 ribu kaki.

Sebelumnya dari keterangan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

“Teramati dua kali guguran lava pijar dengan jarak luncur kurang lebih 500 sampai 800 meter,” kata Yuda Prinardita Pura petugas PVMBG.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah menyatakan malam ini pihaknya juga akan segera merapat ke lokasi evakuasi warga terdampak.

“Bupati Lumajang juga bergerak ke lokasi. Insya Allah malam ini saya ke lokasi. Mohon ihtiar dan do’a mugi selamet sedoyo,” kata Khofifah.

Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas sejak Sabtu sore.

Belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa. Kerugian materiil dan dampak lainnya dari erupsi Gunung Semeru masih dalam pendataan. (Tof)

Tinggalkan Komentar