Senin, 03/10/2022 | 15:07 WIB
Gresik Satu
Ekonomi

Jelang Natal dan Tahun Baru, Cabai di Gresik Tembus Rp 95 Ribu

Harga cabai rawit di sejumlah pasar di Kabupaten Gresik mengalami lonjakan / Foto : sah.

GresikSatu | Menjelang hari raya natal dan tahun baru, harga sejumlah komoditas di Kabupaten Gresik mengalami lonjakan. Salah satunya adalah cabai rawit.

Di Pasar Baru Gresik misalnya, harga cabai rawit sudah menembus Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu, pada Senin (13/12/2021). Harga cabai tersebut hampir setara dengan daging sapi. Hal ini membuat para degang terpaksa mengurangi stok pembeliannya di tengkulak.

Seperti disampaikan salah satu pedagang pasar Gresik Yati (40), semenjak harga cabai merangkak naik, dirinya tidak berani  menjual dengan jumlah yang besar. Ia khawatir dagangannya tidak laku. Ditambah kualitas cabai rata-rata sangat buruk.

“Biasanya nyetok sampai 15 hingga 20 kilo, sekrang 10 kilo. Ini saja tidak habis, mungkin karena harganya yang tinggi,” katanya kepada media ini.

Baca Juga : Nelayan Tradisional Gresik Gelar Aksi, Tuntutannya Minta Disediakan SPBUN

Berbeda halnya dengan Hafis (30), sejak harga cabai terus merangkak naik, dia malah tak mengurangi stok pembeliannya di tengkulak. Ia yakin komoditas cabai pasti laku dipasaran, meski dengan kualitas yang buruk.

“kualitasnya menurun. Banyak cabai yang rusak, tapi mau bagaimana,” pasrahnya.

Hafis meyakini, harga cabai akan diprediksi mengalami kenaikan hingga pasca tahun baru. Hal ini dianggap sudah biasa, karena cabai mengalami turun naik dalam waktu yang singkat.

Selain cabai, harga komoditas lain tang terpantau naik. Adalah, telur ayam boiler yang sebelumnya seharga Rp 21 ribu per kilonya naik menjadi Rp 23 ribu. Gula pasir yang sebelumnya Rp 12 ribu per kilonya naik menjadi Rp 14 ribu.

Sedangkan harga lain yang cenderung masih stabil, yakni daging sapi perkilonya masih Rp 99 ribu, beras premium perkilonya Rp 12 ribu, dan bawang putih perkilonya Rp 24 ribu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag Pemkab Gresik Agus Budiono mengakui apabila harga cabai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal itu sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Sehingga stok ditempat sangat terbatas yang mempengaruhi harga pasar naik.

“Solusi untuk pemenuhan cabe rawit itu akan kami koordinasikan dengan pasar grosir Puspa Agro dan daerah produsen cabai rawit untuk pemenuhannya,” ujarnya. (sah)

Tinggalkan Komentar