Rabu, 26/01/2022 | 13:08 WIB
Gresik Satu

Mengenal Museum Virtual Masmundari Tokoh Maestro Damar Kurung

Gambaran Musium Virtual Masmundari

Gresiksatu.com | Yayasan Gang Sebelah bekerja sama dengan Kemendikbud Ristek RI akan menggelar perilisan Museum Masmundari (museum virtual berbasis website) di Aula Putri Mijil Pendopo Kabupaten Gresik, Sabtu (27/11/2021).

Direktur Acara Perilisan Museum Masmundari Hidayatun Nikmah mengatakan, spirit dan jalan hidup Masmundari perlu diproyeksikan dan digaungkan, salah satu caranya adalah dengan membuat Museum Masmundari berbentuk virtual.

“Kenapa virtual? Seperti yang kita tahu saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19, banyak museum buka tutup selama pandemi ini. Jadi kami mencari solusi bagaimana agar manfaat museum dapat diakses tanpa hadir secara langsung di gedung,” ujarnya.

Dijelaskan, museum berbentuk virtual yang interaktif, agar dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. Sekaligus menjadi media promosi di dunia digital untuk menarik kembali minat masyarakat akan museum, damar kurung, dan Masmundari.

Baca Juga : Para Gus dan Alumni Pesantren Dukung Kiyai Mulyadi Jadi Ketua PCNU Gresik

Menurutnya, tidak banyak pelukis perempuan di Gresik apalagi yang bisa menjadi seorang maestro. Kenyataan bahwa Masmundari tetap bisa berkarya dan berdaya sampai di usianya yang sangat senja (101 tahun). Seolah menjadi representasi karakter seniman maupun perempuan yang tangguh, ulet, kuat, dan gigih.

“Melalui museum ini, teladan Masmundari sebagai seorang maestro dan perempuan yang tangguh akan dihadirkan, untuk terciptanya generasi baru yang lebih siap dan kuat menghadapi segala perubahan zaman. Generasi yang berkarya juga berdaya,” pungkasnya.

Sementara untuk mengakses museum virtual ini, masyarakat bisa langsung mengunjungi di museummasmundari.com.

Kepala Museum Masmundari Raja Iqbal Islamy menuturkan bahwa dalam museum virtual berbasis website ini pengunjung nantinya akan diajak untuk menikmati koleksi museum yang terdiri dari lukisan damar kurung karya Masmundari, arsip-arsip, karya respons, video, musik, e-book, dan film dokumenter dengan memanfaatkan wahana animasi yang komunikatif dan interaktif.

“Pendekatan yang digunakan dalam museum vitual ini dimulai dari mengenalkan biografi Masmundari, perjalanan Masmundari dalam berkarya, membincang damar kurung, menampilkan karya-karya koleksi yang bersumber dari berbagai kolektor dan arsiparis, karya yang merespons Masmundari dan damar kurung, serta ruang tontonan yang bercerita tentang Masmundari maupun damar kurung,” jelasnya.

“Museum virtual ini semoga menjadi wadah referensi seputar Masmundari dan damar kurung sekaligus sebagai sarana pendidikan, pengetahuan, wawasan, dan hiburan bagi masyarakat,” tambahnya. (sah)

Tinggalkan Komentar