Rabu, 26/01/2022 | 11:17 WIB
Gresik Satu

Perajin Gula Aren Bawean Bertahan di Tengah Sulitnya Bahan Baku

Perajin gula aren di Bawean / foto : sah

GresikSatu | Ditengah sulitnya pandemi Covid-19, dan sedikitnya bahan baku perajin gula aren di Pulau Bawean tetap berusaha bertahan. Pasalnya, pohon aren di Bawean saat ini tidak mudah ditemukan.

Beberapa pohon sudah tidak lagi berbuah. Akibatnya, para perajin gula aren di Bawean mengalami kesulitan. Mereka terdampak, sulitnya bahan baku membuat produksi gula aren terancam berhenti operasi. 

Hadmin (50) perajin gula aren dari Dusun Botohceleng, Desa Klompang Gubuk, Kecamatan Tambak mengaku, kesulitan menemukan pohon aren. Kalaupun ada hanya beberapa pohon saja. Itupun sangat sulit ditemukam buahnya.

“Sulit sekali cari bahan bakunya,” ungkapnya, Selasa (11/1/2022).

Baca Juga : Urai Kemacetan, Jalan Manyar Tugu Bakal Diperlebar

Dikatakan, pohon aren sulit untuk dikembangbiakan karena pohon tumbuh secara alami dan tergantung dari habitat hewan. Kendati demikian, Hadmin dan istrinya tetap menjalankan usaha membuat gula aren.

Meski bahan baku sulit ditemukan, pekerjaan itu yang bisa membuat dapurnya tetap mengepul. Minimal bisa memenuhi kebutuhan setiap hari.

“Sedikit-sedikit tidak apa-apa, yang penting tetap produksi,” jelasnya. 

Dijelaskan, bahan utama gula aren adalah nira yang dihasilkan dari pohon aren melalui proses penyadapan. Nira tersebut diambil langsung dari pohon aren.

Jika nira sulit ditemukan, Hadmin hanya membawa seadanya. Kalau beruntung, dia bisa membawa sebanyak 20 liter jerigen. 

Sedangkan untuk prosesnya, Hadmin membagi tugas. Istrinya kebagian merebus nira selama 12 jam. Ciri-ciri kematangan gula aren disebutkan, ketika nira yang berwana putih berubah warna menjadi merah dan mengental.

“Disela-sela itu terus diaduk,” jelasnya. 

Baca Juga : Lawan Mafia Tanah, Pemkab Gresik Optimis PTSL Bisa Tercapai

Dalam setiap hari, Hadmin mengaku penghasilan dari gula aren tergantung dari pohon aren yang didapat. Jika satu hari tidak mendapatkan pohon aren, maka produksi terpaksa berhenti.

Sedang untuk harga penjualan sendiri, 10 gula aren yang sudah dicetak dipatok dengan kisaran seharga Rp 20 ribu. **

Tinggalkan Komentar