Minggu, 26/06/2022 | 02:25 WIB
Gresik Satu
Pemerintahan

Upaya Pencegahan Banjir, Pemda Gresik Kebut Normalisasi Kali Lamong Lebih Awal

Normalisasi sungai Kali Lamong / foto : sah

GresikSatu | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus melakukan normalisasi di sepanjang ruas suangai Kali Lamong. Dibanding tahun sebelumnya, pengerjaan normalisasi kali ini, dilakukan lebih awal. Hal ini agar upaya pencegahan banjir bisa langsung teratasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ahmad Hadi mengatakan,  intensitas normalisasi akan ditingkatkan  pada saat debit air Kali Lamong sudah berkurang. Sehingga kerja alat berat akan lebih efektif.

“Estimasi akan mulai dimaksimalkan pada awal triwulan kedua dengan asumsi intensitas curah hujan sudah berkurang,” katanya, Selasa (11/1/2022).

Formula pengerukan Kali Lamong, disebut Hadi, masih sama. Pemkab Gresik, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan para paguyuban pengusaha di setiap kecamatan yang dilintasi Kali Lamong kembali berkolaborasi.

Baca Juga : Ini Penyebabnya, Underpass di GKB Tak Kunjung Digunakan

BBWS Bengawan Solo telah membangun kurang lebih 1,5 kilometer tanggul parapet di wilayah Kecamatan Cerme. Pembangunan di lahan yang telah dilakukan pembebasan oleh Pemkab Gresik.

“Sedangkan Dinas PUTR Gresik telah melaksanakan normalisasi pengerukan sepanjang kurang lebih 7,1 Kilometer di wilayah Benjeng hingga Balongpanggang,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani mengaku, pencegahan banjir merupakan program prioritas pemerintahannya. Untuk itu pihaknya berkomitmen agar normalisasi dan pembebasan lahan terus dilakukan sampai target tercapai.

“Pengendalihan sungai Kali Lamong, pada tahun 2021, baik dimulai pembebasan lahan sudah kami lakukan. Yaitu di beberapa bidang tanah, mulai dari Cerme, hingga menganti,” terangnya.

Baca Juga : Urai Kemacetan, Jalan Manyar Tugu Bakal Diperlebar

Lebih lanjut, setelah pemkab melakukan pembebasan, bupati berharap keberhasilan ini langsung disambut oleh pemerintah pusat. Pasalnya, tugas pembangunan tanggul untuk pengendalian sungai menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

“Normalisasi sebagai bentuk mitigasi bencana, bagaimana kita mengurangi resiko banjir. Ditambah kita mengalami sirklua alam badai laluna dengan curah hujan yang cukup deras. Semoga tahun tidak mengalami banjir sebelumnya,” jelasnya. **

Full Day School

Tinggalkan Komentar