Jumat, 27/05/2022 | 22:21 WIB
Gresik Satu

Usai Lantik Ratusan Pejabat, Bupati Gresik Lebur Dua OPD dan Dirikan Satu OPD

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat melantik ratusan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas dan fungsional dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik, Selasa (18/1/2022)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat melantik ratusan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas dan fungsional dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik, Selasa (18/1/2022)

GresikSatu I Pemkab Gresik mutasi 402 pejabat serta melebur dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas dan fungsional dilingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik, Selasa (18/1/2022). Dan membuat satu OPD baru yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Ratusan pejabat yang dilantik diantaranya pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II.b), Pejabat Administrator (eselon III.a), Pejabat Administrator (eselon III.b), Pejabat Pengawas (eselon IV.a), Pejabat Pengawas (eselon IV.b), Kepala Puskesmas, Kepala UPT SMP Negeri dan juga Kepala UPT SD Negeri.

Sementara dua OPD Pemkab Gresik yang di merger tersebut yakni Dinas Pemuda dan Olahraga gabung menjadi Dinas Pariwisata, pemuda, Olahraga dan Ekonomi Kreatif dengan posisi jabatan Kepala OPD eselon II yang kini dijabat oleh Sutaji Rudy. Sementara itu, Dinas Pertanahan gabung menjadi Dinas Pekeerjaan Umum dan Tata Ruang.

Dan satu OPD baru itu adalah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menjadi Kantor Kesbangpol. Kemudian unit pemadam kebakaran menjadi OPD sendiri menjadi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku peleburan dua OPD ini bertujuan untuk efisiensi dan juga efektifitas pelayanan masyarakat.

“Kita jalankan sesuai dengan aturan, jadi sejumlah OPD atau dinas bisa digabung sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang berkaitan. Sebab didalam aturan Permendagri menyebutkan bahwa dinas yang ada tupoksinya sesuai dengan dinas lain otomatis harus melebur. Jadi kita sesuaikan dengan permendagri,” kata Gus Yani.

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menyebut perampingan itu guna efisiensi pelayanan birokrasi agar tidak terlalu Panjang atau banyak. Selain itu untuk menghemat anggaran yang bertujuan untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Gresik.

“Peleburan ini juga sebagai upaya untuk efisiensi anggaran, SDM dan Operasional di dinas tersebut. Tujuannya juga demi percepatan pembangunan di Kabupaten Gresik dengan melihat peluang melalui SOTK baru, maka kita lakukan langkah tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, hal yang tak kalah penting adalah terkait pembentukan OPD baru yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Gus Yani mengaku Kabupaten Gresik merupakan kawasan industri, sehingga pemadam kebakaran sangat diperlukan kehadirannya.

“Kita melihat bahwa Kabupaten Gresik merupakan kawasan industry yang cukup padat. Hal ini menjadi salah satu kebutuhan penting dan akhirnya kita lakukan pembentukan OPD baru yang khusus menangani permasalahan Kebakaran dan Penyelamatan, yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan,” kata Gus Yani.**

Tinggalkan Komentar